Polisi Usut Kasus Ambruknya Bangunan Ruko di Jereweh

Taliwang (Suara NTB) – Polres Sumbawa Barat akan tetap menindaklanjuti ambruknya bangunan rumah took (ruko) di Jereweh. Ambruknya bangunan ruko mengakibatkan salah seorang pekerja meninggal dunia.

Kapolres Sumbawa Barat yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana, S.IK, Minggu, 25 September 2016 menyebutkan sampai dengan saat ini kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil beberapa orang saksi. Selain itu, pihaknya juga akan meminta bantuan kepada ahli konstruksi untuk mengetahui secara pasti apakah ada unsur kelalaian dalam kasus ini. “Saat ini kita baru memintai keterangan dari para saksi terlebih dahulu,” ungkapnya. Ketika nantinya ada indikasi kelalaian pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan ahli konstruksi.

Iklan

Pihaknya akan melihat serta mempelajari terlebih dahulu kasus ini. Hal tersebut tentunya setelah dilakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari para saksi yang berada di TKP ketika kejadian tersebut terjadi. Saat ini pihaknya belum bisa menentukan sikap karena belum ada keterangan dari ahli konstruksi.

Kasus ambruknya bangunan ruko tersebut terjadi sekitar pukul 14. 25, Sabtu, 24 September 2016. Pada saat itu korban A. Rahman (40) warga Desa Belo kecamatan Jereweh sedang bekerja di TKP untuk memeriksa kondisi ruko tersebut. Ketika korban berada di bawah konstruksi tiba-tiba bangunan tersebut ambruk. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah di kepala. Meskipun korban sempat dilarikan Puskesmas Jereweh namun nyawanya tidak bisa tertolong. (ils)