Polisi Tunggu Pemeriksaan Urine Enam Remaja

Tamrin. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Satresnarkoba Polres Dompu, sudah mengirim urine enam remaja yang kedapatan pesta sabu-sabu di Desa Matua. Satu diantaranya ternyata anak seorang pejabat. Mereka saat ini masih dalam pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasatnarkoba Polres Dompu, Iptu Tamrin, S. Sos., dikonfirmasi wartawan, Rabu, 17 Juni 2020 mengaku tak peduli satu diantara enam remaja yang kedapatan pesta sabu itu anak seorang pejabat atau bukan. Prinsipnya, mereka akan diproses sesuai prosedur yang berlaku.

“Saya tidak melihat anak pejabat atau apa, saya melihat oknumnya. Jadi prosesnya tetap mengikuti prosedur yang ada,” tegasnya.

Jika melihat berat barang bukti sabu yang ditemukan 1,32 gram, maka besar kemungkinan kasusnya berlanjut. Hanya saja, itu baru berat bruto atau kotor.

Dalam ketentuan aturan, jelas dia, pelaku tindak pidana penyalahguna narkotika dapat ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan atau penetapan tersangka ketika berat bersih barang bukti diatas 1 gram. Jika kurang maka terduga pelaku sebatas direhabilitasi medis atau sosial. “Kita lihat dulu berat bersihnya, itukan belum tentu sampai 1 gram,” ujarnya.

Keenam terduga penyalahguna sabu, yakni DK (25) AD (25) HR (24) IL (19) AD (24) dan FR (20) saat ini masih diamankan di Mapolres. Untuk hasil urine yang dikirim belum dikeluarkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

Sementara disinggung total kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang diungkap selama Januari-Juni 2020, Tamrin menyebutkan, keseluruhannya ada 21 kasus. 13 kasus telah dilimpahkan ke kejaksaan dan dinyatakan lengkap berkas perkaranya, sedangkan delapan kasus masih dalam proses penyelidikan.

“Masih ditangani delapan sama yang baru-baru ini. Alhamdulillah sejauh ini belum ada kendala yang kita temukan,” pungkasnya. (jun)