Polisi Temukan Petunjuk Baru Peristiwa Kematian Nayla

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kasus kematian Nayla, bocah berusia dua tahun empat bulan warga Kecamatan Labuhan Badas, Sumbawa mulai mendapat titik terang. Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa menemukan petunjuk baru dari olah TKP yang dilakukan, Selasa, 11 Oktober 2016.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Yusuf Tauziri, SIK kepada wartawan menyebutkan pihaknya telah melakukan olah TKP. Hal ini guna memperjelas keterangan dua saksi yang sebelumnya dimintai keterangan. Saksi dimaksud mengaku melihat Nayla (korban) dianiaya beberapa hari sebelum meninggal.

Iklan

“Tadi kita langsung ke TKP melihat lokasinya. Kemudian melihat tempat saksi yang melihat,” ujarnya.

Meskipun sudah melakukan olah TKP, pihaknya belum bisa menyimpulkan. Hanya saja pihaknya menemukan petunjuk baru terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap Nayla. Dimana, adanya saksi baru yang menguatkan keterangan dua saksi sebelumnya.

“Kita membutuhkan saksi lebih dari dua orang. Sekarang kami sudah punya saksi lebih dari dua orang. Makanya kita akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka,” tukasnya.

Seperti diketahui, Sy dan Nl pasangan kekasih nyaris dihakimi massa, Senin (26/9) malam lalu. Warga Kecamatan Labuhan Badas ini diduga telah membunuh anaknya Nayla Ramadani, bocah berusia 2,4 tahun. Beruntung pasangan yang belum resmi menikah ini diselamatkan Bhabinkamtibmas setempat. Saat ini keduanya sudah berada di Polres Sumbawa dengan status perlindungan diri. Keduanya sudah merencanakan akan menikah di Bali. Adapun Nayla adalah hasil pernikahan siri Nl dengan seorang pria di Denpasar.

Nayla meninggal dunia diawali dari kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Bocah ini sempat dilarikan ke Puskesmas. Mengingat kondisinya yang parah, ia dirujuk ke RSUD Sumbawa. Nayla sempat ditangani, namun nyawanya tak tertolong. Jenazahnya kemudian dimakamkan oleh orang tuanya di wilayah Batu Gong, jauh dari Dusun tempatnya tinggal.

Masyarakat curiga atas kejadian tersebut. Masyarakat menilai kematian Nayla janggal. Terlebih, orang tuanya jarang bergaul dan bersosialisasi dengan warga lain. Saat ini polisi tengah mendalami kasus ini. Polisi sudah menerima hasil visum dari RSUD Sumbawa. Dari hasil visum menyebutkan ditemukan adanya luka lebam di bagian dada korban berukuran 3×6 centimeter, diduga bekas benda tumpul.

Polisi juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Dua saksi mengakui pernah melihat Nayla dicekik Sy, kekasih ibu kandungnya. Dengan cara mengangkatnya ke tembok. Saksi mengakui melihat kejadian itu enam hari sebelum meninggalnya Nayla. Namun Sy membantah mencekik tetapi menggendong. (ind)