Polisi Temukan Aliran Dana Bantuan Masjid di Rekening Pejabat Kemenag

Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram saat membeberkan bukti dokumen transfer kasus dugaan pungutan dana rehabilitasi masjid pascagempa Lombok. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram punya cukup bukti untuk menjerat HS, pejabat Kemenag NTB yang diduga memerintahkan dan mengumpulkan uang pungutan bantuan masjid.

Penyidikan kasus itu sudah memeriksa enam orang saksi, dan dokumen terkait pengusulan dan pencairan dana bantuan masjid. Termasuk, barang bukti uang yang totalnya Rp95 juta.

Iklan

Diantaranya, uang tunai Rp10 juta disita dari tersangka Basuki saat operasi tangkap tangan Senin, 14 Januari 2019 lalu, uang tunai yang disita dari rumah tersangka Ikbal Rp55 juta, serta Rp30 juta yang masih ada di dalam rekening tabungan Bank Mandiri milik HS.

Penyidik menggeledah rumah dinas tersangka HS di Jalan Prasarana, Dasan Agung Baru, Mataram, Kamis, 17 Januari 2019 sore sekitar pukul 16.30 Wita.

Penyidik menemukan barang bukti buku tabungan rekening pribadi HS, dua lembar kuitansi, dan blanko setoran tunai tertulis Rp30 juta.

“Itu barang bukti uang yang ditransfer ke rekening tersangka tiga (HS). Transaksi tanggal 7 Januari,” beber Kapolres.

Alam menambahkan, sejauh ini enam orang saksi yang diperiksa saling menerangkan dan bertautan untuk pembuktian tindak pidana korupsi tiga tersangka tersebut.

Tiga tersangka itu dijerat pasal 12e UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional