Polisi Telusuri Dugaan Penyimpangan Pembangunan Kantor Camat Sekotong

Giri Menang (Suara NTB) – Penyidik Polres Lombok Barat (Lobar) telah turun ke Kantor Camat Sekotong guna mengecek kondisi proyek bernilai Rp 1,6 miliar ini. Penyidik memeriksa beberapa bagian bangunan yang diduga terindikasi mengarah pada penyimpangan. Pihak penyidik mengambil beberapa sampel bangunan untuk mengecek dan mencocokkan campuran material bangunan dengan dokumen proyek.

‘’Baru nanti setelah turun ini, pihak penyidik meminta dokumen dan memanggil unsur terkait yang terlibat dalam proyek tersebut,’’ ujar Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Joko Tamtomo, Selasa, 27 September 2016.

Iklan

Joko menjelaskan, pihaknya sudah memperoleh informasi terkait proyek ini. Setelah itu pihaknya turun ke lapangan mengecek kondisinya. “Baru dua hari lalu kami turun, tim penyidik baru dapat data-data, foto, sampel yang kira-kira ada indikasi penyalahgunaan,” jelasnya.

Setelah turun pihaknya barulah meminta dokumen dan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. Terkait apakah ada indikasi mengarah ke pidana? Ia mengaku belum tahu, sebab pihaknya baru turun ke lokasi. Hasil turun ke lokasi ini perlu dicocokkan dengan dokumen data yang ada di pihak terkait.

Menurutnya, jika dokumennya sesuai dengan kondisi di lapangan. Artinya campuran-campuran materialnya sesuai, tidak ada masalah. Persoalan bangunan kantor pecah-pecah, kemungkinan ada faktor lain yang menyebabkan hal itu. Sebaliknya jika tidak sesuai antara dokumen dengan di lapangan barulah di situ ada indikasi pidana.

Untuk memastikan itu, perlu dilakukan pendalaman. Pihaknya perlu  mengecek dokumen RAB, kontrak apakah sesuai tidak dengan pengerjaan di lapangan. Sejauh ini, dokumen belum diambil karena pihaknya baru turun ke lapangan.

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Lobar, Ahad Legiarto, menyampaikan kontraktor yang menangani proyek Kantor Camat Sekotong turun memperbaiki bangunan kantor tersebut. Sebab, proyek itu sendiri masih belum dilakukan penyerahan final atau Final Hand Over (FHO). Dikatakan, proyek itu belum FHO, sehingga kontraktor harus melakukan perbaikan. “Kontraktor sudah turun melakukan perbaikan Kantor Camat Di Sekotong, itu tidak mengkhawatirkan, karena struktur bangunannya tidak bermasalah,” klaimnya, Selasa, 27 September 2016.

Dijelaskan, pihaknya tidak langsung meminta kontraktor turun memperbaiki proyek itu karena membiarkan susutnya dulu, sebab jika diperbaiki langsung dengan kondisi baru selesai dibangun, maka dikhawatirkan rusak lagi. Menurutnya, ada penanganan teknis proyek ini. Keretakan pada tembok kantor camat ini jelasnya, disebabkan kondisi penyesuaian dan ada susut, sehingga ada retak. (her)