Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penggelapan Modus Jual Beli Motor Online

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa (kanan), Jumat, 20 Agustus 2021 menginterogasi tersangka penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor inisial FR yang sudah beraksi sebanyak 12 kali.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pria pengangguran, FR alias AR alias HF (44) hanya dalam waktu empat bulan menggondol 12 kendaraan bemotor. Modusnya, mencari penjual mobil dan motor di Facebook. FR lalu datang sebagai pembeli. Tapi, kendaraan langsung dibawa kabur dengan dalih pengujian kelayakan.

“Jadi dia ini mencari orang sedang menjual motor di Facebook. Dia lalu menawarkan diri sebagai pembeli dengan memakai nama alias,” urai Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Jumat, 20 Agustus 2021. Paling terkini, FR menggelapkan motor kekasihnya sendiri. Seorang janda yang dipacarinya sejak April lalu. Mereka tinggal bersama dalam kamar kos di Jalan Kulintang, Mataram Timur, Mataram. “Motor itu kemudian digadaikan,” kata Kadek Adi.

Iklan

Hubungan FR dengan kekasihnya asal Lombok Tengah itu kemudian berakhir. Berakhir pula pelarian FR yang selama ini tinggal berpindah-pindah untuk menghindari pengejaran para korban. “Setelah kita telusuri ada 11 kasus lain yang dia lakukan dengan modus yang sama,” sebutnya. Sejumlah kasus ini yakni penggelapan mobil pikap Daihatsu Grand Max. Awalnya FR diminta membantu menjualkan. Meski berhasil menjual mobil itu seharga Rp35 juta, tapi uang hasil penjualan tidak diserahkan ke pemilik awalnya.

Kemudian, kasus lainnya penggelapan dua motor Honda Scoopy, Honda Beat, dan enam ponsel pintar. “Yang digelapkan ini ada motor milik iparnya, motor milik anak tirinya. Juga orang-orang yang baru dikenal lewat grup jual beli di Facebook,” kata Kadek Adi. Pada saat bertransaksi, FR memilih tempat di tepi jalan. Kemudian dia menjalankan modus dengan berpura-pura mengetes kondisi motor dengan membawa motor itu berkeliling. Tapi FR tidak pernah kembali.

Motor itu dibawa pula ke tempat penjualan motor bodong. Uang hasil penjualan ini kemudian dipakai FR untuk membiayai dirinya hidup berpindah. Termasuk menanggung ongkos hidup kekasihnya tersebut. “Dia tidak pernah tinggal menetap. Uangnya dipakai untuk biaya hidup saja,” imbuh dia. Tersangka FR dijerat dengan pasal 372 KUHP dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan yang ancaman hukumannya paling lama empat tahun. “Saya mengimbau agar berhati-hati saat menjual motor. Hati-hati dengan modus pura-pura mencoba, tapi motor itu dibawa kabur,” tutup Kadek Adi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional