Polisi Tangkap Pasutri Pengedar 3,73 Gram Sabu di Naru

Hl (38) dan Sl (37) Pasutri pengedar sabu asal Desa Naru Kecamatan Sape, saat diamankan di Mapolres Bima Kota, Selasa, 14 September 2021.(Suara NTB/Polres Bima Kota)

Bima (Suara NTB) – Peredaran gelap narkotika di tengah pandemi Covid-19, makin menjadi. Pada Senin, 13 September 2021 Pukul 15.00 Wita, giliran Hr (38) dan Sl (37), pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Naru Kecamatan Sape. Dari tangan keduanya polisi menyita 3,73 gram sabu-sabu.

Kasubbag Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufrin kepada Suara NTB, Selasa, 14 September 2021 menyampaikan, tertangkapnya jaringan pengedar sabu ini buah tindak lanjut polisi, terkait informasi warga soal maraknya transaksi sabu di rumah Hr dan Sl, tepatnya RT 12 Dusun Nari Desa Naru Kecamatan Sape.

Iklan

Informasi yang disampaikan ke jajaran Satresnarkoba Polres Bima Kota siang kemarin, lantas disikapi pimpinan dengan mengerahkan Tim Opsnal Satresnarkoba untuk melakukan penyelidikan. “Sekitar Pukul 15.00 Wita, berhasil diamankan dua orang yakni Hr dan Sl,” terangnya.

Pasangan suami istri tersebut ditangkap saat asik duduk di halaman rumahnya. Tak menuai perlawanan, polisi langsung memanggil warga untuk menyaksikan proses penggeledahan badan dan area rumah.

Hasilnya, pada sebuah tas coklat yang berada di bawah tempat duduk Sl polisi menemukan 11 poket sabu siap edar. 1 poket lain dalam bungkusan plastik hitam di sebuah kandang ayam.

Dari 12 poket sabu yang berhasil diamankan itu, setelah melalui proses penimbangan diketahui bahwa berat brutonya 3,73 gram. “Selain itu terdapat bukti pendukung seperti 2 buah sendok sabu, 2 buah pipet, 1 buah gunting dan silet,” ujarnya.

Berbekal sejumlah temuan yang menguatkan dugaan Hr dan Sl merupakan jaringan pengedar sabu, Tim Opsnal Satresnarkoba kemudian mengintrogasi keduanya. Alhasil, diketahui barang haram itu bersumber dari Hj asal Dusun Amba Desa Naru.

Keterangan awal tersebut, lanjut Jufrin, sigap direspon anggota dengan mendatangi kediaman Hj. Hanya saja, dalam proses penggeledahan tidak ditemukan barang bukti sabu. Pun muncul reaksi warga sekitar yang menolak Hj dibawa sementara waktu untuk dimintai keterangan lebih lanjut di mapolres. “Mempertimbangkan situasi kamtibmas, anggota lantas mengarahkan Hj di bawah sendiri oleh warga ke mapolres. Ia akan dimintai keterangan terkait keterangan Hr dan Sl,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional