Polisi Tangkap Dua Tersangka Penyegelan Kantor Desa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kasus penyegelan Kantor Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu tengah didalami pihakkepolisian. Polisi menangkap dua orang tersangka, Hlm dan Sup guna dilakukan pemeriksaan, Selasa, 27 September 2016.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Yusuf Tauziri, S.IK kepada wartawan menerangkan, penangkapan dilakukan mengingat pihaknya sudah mengantongi dua alat bukti. Dimana sebelumnya pihaknya sudah memintai keterangan beberapa saksi yang melihat kejadian. Selain itu sudah ada barang bukti yang diamankan pihaknya. “Sudah ada dua alat bukti. Makanya tadi kami melakukan penangkapan. Statusnya mereka sudah sebagai tersangka,” ujarnya.

Iklan

Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.  Pihaknya masih memperdalam lagi pemeriksaan, mengingat pelaku penyegelan ini lebih dari dua orang. Termasuk mendalami peran masing-masing. Sementara dua orang tersangka yang ditangkap sudah jelas peran masing-masing. Baik memasang segel maupun mengunci gerbang depan kantor. Bahkan salah satu tersangka mengakui salah satu orang yang menggerakkan massa. “Jadi yang kita amankan ini salah satunya pelaku utama,” pungkasnya.

Kasat Reskrim berharap penangkapan ini jangan sampai dipolitisir. Ia menegaskan penangkapan tidak ada kaitannya dengan masalah Pilkades. Tetapi murni tindak pidana, karena adanya penyegelan Kantor desa setempat. Mengingat Kantor Desa merupakan roda pemerintahan di tingkat desa. Tentunya polisi harus menjamin roda pemerintahan tetap berjalan. “Jangan sampai ini dipolitisir. Ini murni penegakan hukum. Karena kalauini tidak diselesaikan kasusnya akan menumpuk,” tukasnya.

Adapun terduga pelaku penyegelan ini, sambungnya, melanggar pasal 170 tentang bersama-sama melakukan pengerusakan. Dalam artian, sudah menyegel kantor desa dengan pintunya dipaku. Dengan penyegelan itu, membuat kantor desa tidak bisa digunakan. (ind)