Polisi Tangguhkan Penahanan Empat Tersangka Kasus Video Asusila

Ivan Roland Crostofel. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Penyidik Satreskrim Polres Dompu, akhirnya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan empat tersangka penyebar dan pengunggah video asusila oknum anggota polisi di ruang isolasi rumah sakit umum. Belum diketahui pasti pertimbangan mereka mengambil kebijakan tersebut, yang jelas para tersangka sementara ini sudah bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Ivan Roland Cristofel, S. Tk., dikonfirmasi Suara NTB via Whaats App, Selasa, 23 Februari 2021 membenarkan, bahwa tersangka A dan Hm yang merupakan tenaga medis rumah sakit umum telah ditangguhkan penahanannya.
Pun demikian dengan pemilik akun Kejora Paramita inisial S alias B dan Imran Kasiri atau IK. Mereka dibiarkan bebas sembari menunggu proses penelitian berkas perkara di kejaksaan. “Ia benar penyebar dan pengunggah video asusila oknum polisi ditangguhkan penahanannya sambil menunggu berkas P21,” cetusnya.

Iklan

Terkait pertimbangan penangguhan terhadap empat orang tersangka yang dijerat Undang-undang ITE dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara tersebut, Ivan Roland Cristofel masih belum memberikan jawaban.

Sementara informasi yang dihimpun Suara NTB sebelumnya, penyidik telah melimpahkan berkas enam tersangka pemeran dan penyebar video asusila oknum anggota polri di ruang isolasi rumah sakit umum. Pelimpahan ke kejaksaan itu, dilakukan tak lama setelah penetapan status tersangka untuk Fn (22). Ia merupakan pemeran perempuan dalam video panas berdurasi 1 menit 30 detik tersebut.

Kendati ancaman pidana terhadap mereka diterapkan berbeda, namun pelimpahan untuk proses penelitian lebih lanjut secara bersamaan. Harapannya, kasus tersebut bisa cepat sampai proses persidangan di pengadilan. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional