Polisi Sita Miras Kafe Tanpa Izin

Suasana razia protokol kesehatan di salah satu kafe di kawasan Sindu, Cakranegara, Mataram, Selasa, 13 Oktober 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Razia protokol kesehatan di tempat usaha menyasar kafe remang-remang di kawasan Cakranegara, Mataram. Polresta Mataram sempat dihalangi-halangi. Petugas kafe bukannya patuh malah melawan.

Salah satu kafe di kawasan Sindu, Cakranegara, Mataram menjadi sasaran razia gabungan Samapta, Satreskrim, dan Satresnarkoba Polresta Mataram, Selasa, 12 Oktober 2020. “Kita lihat penerapan protokol kesehatannya,” ucap Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Iklan

Susana kafe dengan penerangan remang malam itu cukup ramai. Rupanya, ada perayaan ulang tahun. Gelas dan botol miras tersaji di sejumlah meja. Pemilik kafe tidak bisa menunjukkan izin keramaian. Begitu juga dengan izin penjualan minuman beralkohol yang tidak dapat ditunjukkan. Atas dasar itu, semua miras kafe tersebut diangkut. “Ini kita sita. Tidak ada izin jual miras,” kata Kadek Adi.

Penyitaan miras itu memantik seorang petugas kafe untuk melawan. Dirinya tidak terima upaya polisi tersebut. “Hanya cekcok saja. Sudah clear,” imbuhnya. Pengunjung pun diminta pulang. Sebab, pihak kafe tidak menyediakan keperluan protokol kesehatan. Khususnya pembatasan fisik antarpengunjung dan penggunaan masker yang diabaikan.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson menjelaskan, pihaknya langsung memanggil pemilik kafe ke kantor polisi. Puluhan botol miras beragai merek yang disita ditelusuri asal distribusinya. “Pemiliknya sudah kita panggil. Kita beri pembinaan dan pengarahan. Intinya harus mengedepankan protokol kesehatan,” terangnya. (why)