Polisi Sempat Diteriaki Maling, Spesialis Jambret yang Beraksi di Kediri Diringkus

Pelaku spesialis jambret dibekuk Tim Puma Polres Lobar.

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Puma Satuan Reskrim Polres Lombok Barat berhasil mengamankan dua orang laki-laki yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan modus jambret. Kedua Pelaku insial GP dan HW berasal dari Desa Rumak, Kecamatan Kediri. Salah satu di antara mereka termasuk spesialis jambret, karena mengaku sering kali beraksi di beberapa tempat. Mereka pun terancam hukuman bui dengan disangkakan Pasal 363 KUHP jo Pasal 480 KUHP.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq, S.H., S.I.K., mengungkapkan, pengungkapan kasus ini berawal dari aksi pelaku yang menggasak korban atas nama Zulkarnain asal desa Montong Are, Kecamatan Kediri. Pelaku terbilang nekat karena melancarkan aksinya di pinggir Jalan Raya Dusun Pelowok Barat pada Minggu, 4 Oktober 2020 lalu.

Korban saat itu sedang membeli buah di toko buah-buahan yang berada di lokasi kejadian. Saat Korban sedang memilih buah, kemudian datang dari arah belakang seorang laki-laki yang tidak dikenal langsung merampas ponsel jenis OPPO A31 warna hitam yang digenggam korban. Pelaku pun berhasil mengambil ponsel milik korban dan langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor bersama temannya.

Atas peristiwa tersebut, Tim Puma Polres Lobar melakukan penelusuran dan didapatkan infomasi bahwa barang bukti hasil curian tersebut dikuasai oleh GP. Setelah dimintai keterangan, GP mengakui asal usul ponsel tersebut diperoleh dari HW.

“Atas Informasi tersebut, Tim Puma Polres Lobar langsung bergerak cepat Menuju rumah HW di dusun Ombe Rerot Timur Desa. Ombe Baru,” jelas dia.

Dengan sigap, Tim Puma Polres Lobar berhasil mengamankan HW. Saat dilakukan evakuasi, pihak keluarga HW meneriaki dengan menyebut petugas kepolisian sebagai maling. Namun tidak ada perlawanan dari pihak keluarga.

“Setelah berhasil mengamankan HW dan menginterogasi, HW mengakui perbuatannya. Hasil Interogasi, ternyata pelaku juga melakukan aksinya di tempat lain, hingga tujuh TKP,” jelas dia sembari merinci tujuh lokasi sasaran dari pelaku.

Tak sampai disitu, HW juga mengakui perbuatanya dilakukan bersama rekannya yang berinisial EF namun saat akan dilakukan penagkapan di rumah EF, EF tidak ada di rumahnya. Kemudian Tim kembali menuju rumah HW untuk mengambil sepeda motor yang diduga digunakan melakukan aksi pencurian. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mako Polres Lombok Barat guna proses hukum lebih lanjut. (her)