Polisi Selidiki Dugaan Pemotongan Dana Gempa

Priyo Suhartono (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) sedang menyelidiki kasus dugaan penyimpangan penyaluran bantuan dana gempa di daerah ini. Penyelidikan ini dilakukan setelah mendapat laporan pengaduan dari masyarakat. Namun demikian, polisi sampai saat ini masih belum bersedia mengungkap besaran dugaan penyimpangan yang ada. Termasuk lokasi penyaluran bantuan tersebut, untuk kepentingan penyelidikan.

“Sementara kita belum bisa beri penjelasan dulu terkait kasus ini. Tapi yang jelas laporan sudah masuk dan saat ini penyidik kita sudah berkerja,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng yang baru, AKP Priyo Suhartono, SIK., kepada Suara NTB, Senin, 17 Februari 2020.

Iklan

Ditegaskanya, kasus tersebut bakal menjadi atensi jajarannya. Hal ini sesuai dengan instruksi pimpinan, agar memberikan perhatian khusus terkait kasus-kasus dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan gempa di daerah ini, sehingga penyidik berupaya bekerja semaksimal mungkin untuk bisa mengungkap kasus tersebut.

Dugaan penyimpangan apa yang terjadi? Priyo juga mengaku belum bisa memastikan. Tetapi dari gambaran awal yang ada, itu ada indikasi pemotongan bantuan gempa bagi korban gempa di daerah ini. “Pada waktunya pasti kita ungkap. Untuk saat ini biarkan penyidik bekerja dulu,” tandas lulusan Akpol 2008 ini.

Data yang diperoleh di BPBD Loteng menyebutkan, total dana gempa yang disalurkan bagi korban gempa di Loteng mencapai Rp 450 miliar lebih. Dengan total rumah rusak mencapai lebih dari 24 ribu rumah. Di mana saat ini, proses pembangunan rumah tahan gempa tahap kedua sudah berjalan dengan target sebanyak 10 ribu rumah lebih. Sementara untuk pembangunan tahan gempa tahap pertama sekitar 14 ribu rumah sudah selesai akhir tahun 2019 lalu. (kir)