Polisi Ringkus Terduga Pelaku Begal dan Penadah di Lotim

KETERANGAN - Polres Lotim memberikan keterangan terkait penangkapan terduga pelaku kriminal dan barang bukti di Mapolres Lotim, Jumat, 21 Desember 2018. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim) berhasil menangkap sejumlah pelaku begal dan penadah motor curian yang kerap meresahkan masyarakat. Para pelaku ditangkap berdasarkan laporan polisi tentang tindak pidana pencurian berupa pembegalan dan tindak pidana penadahan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Lotim, Jumat, 21 Desember 2018, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SIK, menyebutkan sejumlah pelaku yang diamankan, di antaranya, AF (40), AU (38), NR (36) dan ZL (40) yang merupakan warga Jerowaru. Selain itu pelaku lain, JM (41) yang diamankan merupakan warga Praya Timur, Loteng.

Iklan

Dari komplotan pelaku, satu orang masih ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). “Pelaku yang kita amankan ini selama satu bulan terakhir menjelang Natal dan Tahun Baru. Tindak pidana 3C ini memang menjadi atensi kita,” ujarnya.

Selain mengamankan para terduga pelaku, petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 8 unit kendaraan roda dua. Modus yang digunakan oleh para pelaku, mereka beraksi pada malam hari yang berjumlah 4 orang dengan cara menghadang korban yang melintas di jalan Kampung Dusun Tutuk Desa Jerowaru. Kemudian secara bersamaan para pelaku terlebih dahulu melakukan penganiayaan terhadap korban.

Setelah korban tidak berdaya, kemudian para pelaku membawa kabur sepeda motor korban dan meninggalkan korban tergeletak di TKP. Selanjutnya ketika pelaku menguasai kendaraan milik korban, para pelaku kemudian mengatur proses penebusan terhadap sepeda motor tersebut melalui NR dan ZL dengan uang tebusan Rp2.500.000. Dimana dalam hal ini, NR dan ZL kemudian menghubungi korban untuk melakukan penebusan terhadap sepeda motor miliknya.

Kemudian dari laporan korban, para pelaku berhasil ditangkap dalam kurun waktu kurang dari 1×24 jam setelah kejadian pencurian dengan kekerasan. Di mana berawal dari pelaku penadahan ditangkap saat melakukan transaksi penebusan di wilayah Jerowaru. Dari keterangan pelaku penadahan, kemudian dilakukan pengembangan terhadap pelaku curas di Semoyang, Loteng dan Jerowaru. Berhasil diamankan para pelaku lainnya secara terpisah.

Namun karena pada saat dilakukan penangkapan, pelaku mencoba memberontak dan melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak betis pelaku. “Dari tujuh pelaku yang sudah kita amankan, itu TKP di Kecamatan Sikur dan Jerowaru. Lima pelaku, dua penadah, dan 3 eksekutor. Sementara satu masih DPO,”terangnya.

Dari beberapa pelaku itu, terdapat di antaranya merupakan residivis dalam kasus yang sama. Terkait dengan pengungkapan kasus ini, Yogi-sapaan akrabnya menekankan jika pihak kepolisian akan terus meminimalisir tindak-tindak kriminalitas di Lotim, termasuk di tempat wisata dengan sasaran 3C. (yon)