Polisi Rencanakan Uji Laboratorium Sampel Jamu Kuat Diduga Ilegal

Mataram (suarantb.com) – Sampel jamu kuat Klanceng Putih akan diuji laboratorium. Kelaikan konsumsi produk buatan Banyuwangi, Jawa Timur itu diteliti. Untuk keperluan tersebut, Penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB berkoordinasi dengan BBPOM Mataram.

“Ini belum diuji. Belum tahu seperti apa kandungannya dari komposisi yang ada,” kata Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena, belum lama ini.

Iklan

Menilik kemasan jamu produksi CV. Pedang Kipas itu, komposisi jamu Jambe Nom Pinang Muda mengandung Malaeucae Fructus, Languatis Rhizoma, dan Retrofacti Fructus.

Sementara Klanceng Putih jamu Anti Loyo mengandung Zingiberis Rhizoma, Retrofracti Fructus, Alstoniae Cortex, Andrographidis Herba, dan Amomi Fructus.

“Nanti kita akan lihat kandungannya apa saja. Apakah sesuai tidak dengan apa yang dia cantumkan,” terang Boyke. Pihaknya sedang berkordinasi dengan BBPOM Mataram untuk agenda pengujian lab pekan depan.

Sebelumnya diberitakan, 3.697 botol jamu kuat berbagai merek diamankan Polda NTB, Jumat, 4 November malam lalu.

Jamu kemasan botol produksi Banyuwangi itu diduga tidak memiliki izin edar alias bodong. Barang bukti diamankan dari rumah DA di Desa Selat, Suranadi, Narmada.

Jamu dengan merek Klanceng Putih itu dikemas dalam berbagai khasiat. Antara lain jamu pegal linu dan jamu anti loyo. Sementara merek Jambe Nom merupakan jamu khusus lelaki dengan khasiat vitalitas.

Rinciannya jamu bermerek Klanceng Putih yakni 1.290 botol kemasan 600 ml, 2.000 botol, kemasan 150 ml. Untuk merek Jambe Nom, diamankan 407 botol kemasan 120 ml.

Pelaku bakal dikenai pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here