Polisi Petakan Pintu Masuk Narkoba di Tiga Gili

Tanjung (Suara NTB) – Aparat kepolisian di wilayah tiga Gili, terus berkomitmen melakukan pengamanan intensif guna mencegah peredaran narkoba maupun terjadinya gangguan kamtibmas. Giat yang dilakukan misalnya, menggelar patroli hingga melakukan sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat.

Demikian diakui Kapospol Subsektor Gili Trawangan, Ipda I Ketut Artana, SH., kepada wartawan, Selasa 27 September 2016. Diterangkan, pengamanan ketat dilakukan guna mencegah beredarnya narkoba di tiga Gili. Sejak ditugaskan 20 hari lalu, dirinya telah memetakan titik-titik yang dianggap rawan sebagai pintu masuk maupun rentan terjadinya transaksi narkoba.

Iklan

“Terkait narkoba, ini harus hati-hati karena dikhawatirkan ada pihak-pihak yang akan menggagalkan dalam proses pengamanan di lapangan,” katanya.

Mencegah masuknya narkoba di tiga Gili, Artana mengungkapkan bahwa ia dan jajarannya rutin menggelar patroli, siang maupun malam hari. Pihaknya juga tidak segan memeriksa setiap penumpang fast boat yang dicurigai membawa sesuatu dalam tasnya.

Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, jajaran Pospol Subsektor Trawangan menggelar patroli dengan berpakaian dinas. Dengan pola antisipasi yang dilakukan ini, ia berharap dapat mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran narkoba di tiga Gili.

“Masih belum ada laporan itu (peredaran narkoba), namun kita terus perketat pengawasannya khususnya di sejumlah titik yang dianggap rawan.  Sejauh ini, kami baru menerima laporan wisatawan kehilangan dompet dan paspor,” sambungnya.

Walaupun peredaran narkoba tak dipungkiri kemungkinannya, namun prosedur pengamanan wilayah akan tetap dijalankan dengan baik. Pihaknya tidak ingin, tingginya angka kunjungan di tiga Gili menjadikan wilayah ini sasaran empuk transaksi narkoba.

Ia mengimbau, agar masyarakat maupun pelaku wisata di tiga Gili dapat bekerjasama dengan aparat kepolisian. Apabila menemukan indikasi peredaran narkoba, agar segera melaporkan ke aparat. “Mencegah peredaran narkoba menjadi atensi kita semua, tidak hanya dari aparat saja,” demikian Artana. (ari)