Polisi Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi Dalam Kardus

0
I Made Yogi Purusa Utama. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim), hingga saat ini masih memburu pelaku pembuangan bayi berjenis kelamin laki-laki di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru. Pelaku yang masih misterius tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian dengan berkoordinasi bersama instansi terkait lainnya.

Ditemui Suara NTB, Selasa, 16 Maret 2020, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang menemukan jasad bayi di lahan jagung milik warga itu. Termasuk sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tanpa dosa itu.

IKLAN

“Kita masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah kita periksa. Kita juga berkoordinasi dengan Puskesmas, kepala desa, dan kepala dusun di lokasi kejadian,”terang Yogi.

Hanya saja, kata Yogi, sejauh ini belum ada titik terang siapa pelaku pembuangan bayi, dikarenakan pada saat itu kondisi di sekitar TKP dalam keadaan sepi dan lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat dan kepala desa, kepala dusun dan puskesmas untuk mendeteksi masyarakat yang sebelumnya mengandung, namun memiliki latar belakang yang berbeda.

Bayi pertama kali ditemukan oleh Abdul Malik dan Inaq Rudi yang kemudian memanggil Amaq Sumar yang datang membuka kotak tersebut. Setelah dibuka barulah diketahui di dalam kotak tersebut berisikan bayi laki-laki, umur sekitar 15 hari. Kondisi bayi dalam keadaan utuh namun meninggal dunia berada di ladang jagung terbungkus menggunakan kardus.

Pasa saat itu, bayi tersebut dibungkus menggunakan kain sarung  warna orange, alas kain warna kuning motif boneka dan bayi tersebut menggunakan baju putih bergambarkan boneka serta menggunakan popok. Selain itu, terdapat pula sarung warna hijau motif garis yang melekat pada tubuh bayi tanpa dosa ini. Atas temuan ini, kemudian dilaporkan, sehingga saksi-saksi melaporkan penemuan bayi ke salah seorang warga bernama Inaq Antok, sehingga kemudian dilaporkan ke Polsek Jerowaru untuk penanganan lebih lanjut.

Adapun dari keterangan dokter di Puskesmas Jerowaru, dr. Anis Puadah, diduga meninggalnya bayi  yang ditemukan dalam kondisi utuh dikarenakan tidak adanya oksigen atau saluran pernapasan. Mengingat pada saat itu, bayi tersebut dibungkus menggunakan kardus. (yon)