Polisi Limpahkan Tersangka TPPO Dubai

Tersangka TPPO Dubai, HA (tengah) bersiap dilimpahkan ke jaksa penuntut umum, Kamis, 29 November 2018 setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik melimpahkan tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Dubai, Uni Emirat Arab ke jaksa. Pemeriksaan saksi dan barang bukti tersangka HA (44) ditunaikan. Selanjutnya tersangka dan barang bukti disodorkan ke persidangan untuk diadili.

“Tersangka dan barang bukti kita limpahkan ke jaksa. Setelah berkas dinyatakan lengkap,” kata Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB, Iptu Faesal, Kamis, 29 November 2018 kemarin.

Iklan

Dia mengatakan sejumlah saksi sudah diperiksa untuk menerangkan peristiwa pidana dengan sembilan orang korban itu. Termasuk menyita barang bukti seperti paspor, dokumen administrasi kependudukan, sampai boarding pass pesawat.

Saksi dan bukti untuk pembuktian pasal 10 dan atau pasal 11 junto pasal 4 UU RI No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang ancaman pidananya paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp600 juta.

Sejumlah rangkaian penyidikan itu dirangkum dalam berkas perkara yang sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa. Pelimpahan tahap dua mengakhiri proses penyidikan kasus tersebut.

“Penyidikannya sudah selesai, tinggal dilanjutkan ke proses persidangan,” sebut Faesal.

Tersangka HA asal Jonggat, Lombok Tengah juga sudah ditahan. Tersangka diduga merekrut sembilan korban dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di Timur Tengah.

Korbannya ditawari bekerja sebagai babysitter atau pengurus bayi di Uni Emirat Arab. Tersangka menyalurkan tenaga kerja tanpa prosedur dengan merekrut korbannya pada Desember 2017. Modusnya data kependudukan korbannya dipalsukan.

Kemudian korban diberangkatkan Januari 2018. Sesampainya di negeri kaya minyak itu, korban sudah ditunggu agen yang mendistribusikan mereka ke majikan-majikan.

Tak sesuai janji HA soal gaji besar, korban pun pulang sendiri. Lantas mengadu ke Polda NTB. Akhirnya tersangka HA ditangkap September lalu. (why)