Polisi Lakukan Pengamanan Berlapis di Objek Vital Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Mengantisipasi teror bom seperti yang terjadi di Mapolres Surakarta beberapa waktu lalu, Polri melalui Polda langsung memerintahkan semua jajaran kepolisian yang ada di tingkat polres dan polsek memberlakukan siaga I. Polres Lobar pun menindaklanjuti instruksi tersebut dengan meningkatkan pengamanan di objek vital seperti di Mako Kepolisian, tempat ibadah dan tempat pelayanan umum seperti di Pelabuhan.

Demikian disampaikan Kapolres Lobar, AKBP Wingky Adhitya Kusumo kepada wartawan, Kamis (7/7) kemarin. “Sudah ada instruksi dari atas harus siaga I mengantisipasi teror bom dan lain-lain, kami pun meningkatkan mengamankan obyek vital seprti di mapolres, pelabuhan, tempat ibadah dan tempat umum lainnya,” jelas Kapolres.

Iklan

Dikatakan, pascabom di Surakarta beberapa waktu lalu polri melalui polda telah memerintahkan jajaran Polres untuk meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi kejadian serupa terjadi. Sesuai instruksi Polda jelasnya, pengamanan dan patroli ditingkatkan di semua obyek vital. Menyikapi itu, pihaknya pun meningkatkan pengamanan di Mapolres yang rawan sebagai sasaran teror. Demikian pula tempat pelayanan umum, seperti di pelabuhan. Khusus di Lembar, pengamanan di tingkat lagi karena pintu masuk orang melalui pelabuhan tersebut. Patroli dan razia diperkatat di pelabuhan untuk mengantisipasi adanya penyusup teror melalui pelabuhan tersebut.

Meskipun sejauh ini di Lobar belum ada aksi semacam itu, namun dirinya tidak under estimed. Pihaknya tetap mewaspadai, sebab bagaimanapun pintu masuk orang melalui Pelabuhan Lembar. Ia akan melakukan langkah antisipasi sebelum semua terjadi. Pengamanan tidak saja di Pelabuhan, namun di tempat umum seperti tempat ibadah, tempat perbelanjaan juga ditingkatkan. “Kita tingkatkan patroli,” jelasnya.

Pihaknya juga melakukan pengamanan terhadap perayan lebaran ketupat yang ramai di Lobar, khususnya di daerah wisata. Jumlah masyarakat yang menuju lokasi wisata meningkat tajam dibandingkan biasanya, sehingga lokasi-lokasi ini rawan. Untuk mempersiapkan langkah-langkah, rencananya Polda akan memanggil pihaknya bersama Polres Mataram terkait pengamanan di wilayah Senggigi. Sebab, pengamanan di wilayah senggigi sendiri melibatkan dua polres tersebut.

  Pelajar SMA di Sekotong Hilang di Pantai Mekaki

Polda rencananya akan melakukan pengecekan dan survei untuk menentukan langkah apa yang akan dilaksanakan. Tujuannya, supaya satu komando dan tidak terjadi miskoordinasi pada hari H nantinya.

Menurutnya, pada perayaan lebaran ketupat nanti, pihaknya memberi atensi kemacetan lalu lintas akibat banyaknya masyarakat yang ada di lokasi wisata. Seperti di Senggigi, Sekotong, Cemara dan Endok. Pihaknya meminilisir supaya kemacetan tidak terlalu parah.

Atensi lain yang menjadi perhatian, terkait aksi kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dan aksi kejahatan lainnya. Ia menyebut, jumlah personel untuk pengamanan lebaran disiapkan 300 lebih. Khusus untuk kepolisian sebanyak 150 personel.

Ratusan personel ini akan disebar ke sejumlah posko terpadu dan pos pelayanan baik di Lombok Barat maupun KLU. Terutama pada jalur-jalur wisata seperti kawasan wisata senggigi, Lembar, Sekotong dan wisata di KLU. Selain itu, pihaknya akan melakukan patroli keliling. Termasuk pengamanan di lokasi pantai. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here