Polisi Kejar Penadah Barang Curian Hingga ke Bali

Mataram (suarantb.com) – Seorang terduga penadah barang curian dibekuk Sat Reskrim Polres Lombok Barat (Lobar) di tempat kediamannya di Pulau Dewata Bali. Penangkapan pelaku di luar wilayah hukum Polres Lobar berawal dari sinyal ponsel barang curian yang dilacak berada di Bali.

Berdasar hasil rilis Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti, kronologis kejadian bermula dari tiga laporan masyarakat pada Polres Lobar. Dua laporan terkait dugaan pencurian dengan pemberatan, sementara satu laporan terkait pencurian disertai kekerasan. Kejadian terjadi pada Juli dan Agustus lalu.

Iklan

“Anggota Sat Reskrim Polres Lobar melakukan serangkaian tindakan penyelidikan. Salah satunya dengan melakukan tracking (melacak) terhadap nomor HP milik salah seorang korban. Setelah dilakukan pelacakan, keberadaan HP tersebut di Provinsi Bali,” ujar Tri Budi saat dihubungi, Jumat 23 September 2016.

Sat Reskrim Polres Lobar segera melakukan pengejaran di Kabupaten Gianyar, Bali. Ditemukan terduga penadah berinisial DA alias WA yang selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pasal 480 KUHP.

“Dari hasil pemeriksaan DA alias WA, Ia mengaku HP tersebut dibeli dari SU alias AW (23) asal Kecamatan Labuapi, Lobar. Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap SU alias AW,” jelasnya.

Hasil interogasi SU alias AW, Ia mengaku melakukan pencurian bersama tiga orang kawanannya, yakni S asal Kediri, Lobar, RS alias ON asal Gerung, Lobar, dan AL asal Labuapi. Ketiganya saat ini masih buron. Ia juga mengaku beberapa barang hasil curian dijual pada HE.

“Terduga penadah lainnya berinisial HE. Ia pun ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pasal 480 KUHP,” sambung Tri Budi.

Polisi juga melakukan pengamanan terhadap barang bukti hasil pencurian, yaitu, satu HP Samsung Galaxi Ace, satu unit Laptop Acer 14 inci, dua unit Laptop Asus 14 inci, satu Iphone 4, dan satu Iphone 5.

Penyidik hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para pelaku dan memburu pelaku yang masih buron. Penyidik juga berkoordinasi dengan Kejari Mataram. (szr)