Polisi Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DD di Lobar

Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Barat (Lobar) mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi dana Desa (DD) di wilayah setempat. Di antaranya, Desa Banyurip Kecamatan Gerung dan salah satu desa di wilayah Labuapi. Bahkan di antara kasus ini, penyidik sudah melakukan penanganan ke tahap penyidikan. Artinya, penyidik telah mengantongi calon tersangka dalam kasus tersebut. Beberapa kasus dugaan korupsi yang diusut tersebut hampir sama modus penyimpangannya. Yakni program atau pekerjaan tidak dilaksanankan namun anggaran direalisasikan.

Kapolres Lobar melalui Kasatreskrim AKP Dhafid Shiddiq, SIK mengatakan, laporan terkait persoalan DD dan ADD banyak yang masuk ke Polres. Namun sebagian besar dalam tahap penyelidikan. Semua laporan yang masuk baik yang sifatnya pengaduan dan melalui surat, tidak serta merta ada tindak pudana. Namun pihaknya melakukan pendalaman dan penyelidikan dulu. Jika memang unsur dan bukti-bukti cukup maka diproses. “Ada desa di wilayah Labuapi, itu sudah sidik (kalau sidik sudah ada calon tersangka). Kalau Banyu Urip belum saya monitor. Tapi beberapa kali laporan dari Kanit Tipikor, kayaknya ada dari Banyurip,”jelas dia. Dijelaskan modus yang dilakukan mengarah pada dugaan Korupsi. Dimana indikasinya, program tidak dilaksanakan namun tidak ada pekerjaan.

Iklan

Sementara itu, Inspektur pada Inspektorat Lobar H Ilham mengakui ada laporan masyarakat Banyurip ke Inspektorat terkait penggunaan DD tahun 2018/2019 yang terindikasi bermasalah. Pihaknya sudah menindaklanjuti laporan itu, dan laporan hasil audit sudah rampung. “Tinggal kami panggil para pihak terkait,”jelas dia.

Menurutnya, tahapan terakhir adalah memanggil para pihak terkait. Ditanya soal temuan inspektorat menyangkut indikasi kerugian negara, kata mantan Kadis Dikbud itu bahwa memang ada kerugian negara. Namun ia tak menyebut secara rinci karena perlu dilakukan pemanggilan dulu. Termasuk apalah nanti akan dilakukan langkah pengembalian atau diproses secara hukum. “Ini nanti tunggu hasil pemeriksaan (pemanggilan para pihak)”ujar dia.

Camat Gerung, H Mulyadi membenarkan bahwa masalah DD Banyurip sudah ditangani Tipikor Polres Lobar. Kasus ini dilaporkan oleh warga. “Sudah ditangani di Polres ini,”jelas dia. Pihak kecamatan sudah melakukan upaya penanganan dengan meminta klarifikasi BPD dan desa. Ia menambahkan, persoalan DD ini karena beberapa pekerjaan yang belum dikerjakan.

Sementara itu, Plt Kades Banyurip, Idham yang berupaya dikonfirmasi tak menjawab telepon dari wartawan. Bendahara Desa Banyurip H Ramadhan mengaku persoalan DD memang ditangani Polres. Pihaknya sendiri sudah dimintai keterangan. “Iya (ditangani polres) dan sudah dimintai keterangan,”ungkapnya.

Diakui, persoalan DD yang diusut adalah tahun 2019. Persoalan ini sudah diketahui warga dan masuk ke Inspektorat. Sudah dilakukan pengembalian kerugisn negara ke Inspektorat namun belum diketahui berapa kerugian hasil audit inspektorat. Terkait ada puluhan item pekerjaan yang belum dikerjakan. Kata dia, semua sudah masuk ke Inspektorat dan kepolisian. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here