Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jaringan Antar-Provinsi

Kasat Resnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian (tengah) menunjukkan barang bukti narkoba bersama terduga penyelundupan narkoba melalui bandara, Selasa, 29 September 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) bersama team Ops. Ditresnarkoba Polda NTB, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Senin, 28 September 2020. Seorang kurir, HA (26) warga asal Labuan Haji Lombok Timur (Lotim) diamankan bersama barang bukti narkoba seberat 201,14 gram yang disembunyikan terduga pelaku di dalam tubuhnya. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Loteng, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian menduga ada keterlibatan oknum bandara dalam upaya penyelundupan narkoba yang dibawa oleh terduga pelaku dari Batam melalui Surabaya tersebut. Pasalnya, dalam daftar manifest penumpang pesawat Lion Air JT178 rute Surabaya-Lombok tersebut, terduga pelaku terdaftar sebagai penumpang. Namun anehnya, terduga pelaku tidak keluar melalui jalur penumpang pada umumnya.

Iklan

“Yang membuat kita curiga, terduga pelaku masuk dalam daftar penumpang. Tapi tidak keluar melalui jalur penumpang pada umumnya. Dan, soal ini (dugaan keterlibatan oknum bandara) masih terus kita dalami,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Loteng, Iptu Hizkia Siagian, STK, SIK., saat memberi keterangan kepada wartawan, Selasa, 29 September 2020.

Terhadap terduga pelaku penyelundukan narkoba jenis sabu-sabu itu sendiri, saat ini sedang diselidiki pihak kepolisian. Semua barang bukti narkoba yang dibagi dalam empat paket dengan berat masing-masing 50,72 gram, 47,62 gram, 47,22 gram dan 55,58 gram sudah diamankan di Mapolres Loteng. “Semua barang bukti narkoba tersebut disimpan di dalam duburnya oleh terduga pelaku untuk menghindari pemeriksaan di bandara,” terangnya.

Siagian mengatakan, penangkapan terduga pelaku pengelundukan narkoba tersebut bermula laporan masyarakat bahwa akan ada upaya penyelundupan narkoba melalui bandara. Polisi kemudian melakukan pengintaian dan mencurigai terduga pelaku yang saat itu menunjukkan gelagat yang mencurigakan saat bertemu dengan personel kepolisian di bandara.

Terduga pelaku juga tampak kesakitan kala dibawa ke sub sektor bandara untuk menjalani interogasi. Saat diinterogasi itulah terduga pelaku akhirnya mengaku kalau membawa narkoba yang disimpan di dalam tubuhnya. Mendengar pengakuan tersebut, polisi langsung membawa terduga pelaku ke RSUD Praya untuk mengeluarkan barang bukti narkoba tersebut.

Namun usaha mengeluarkan barang bukti tersebut tidak mudah. Butuh waktu lebih dari 6 jam baru bisa mengeluarkan semua paket narkoba dari tubuh terduga pelaku. Kepada polisi terduga pelaku mengaku baru dua kali menyelundupkan narkoba melalui bandara. Pertama kali menyelundupkan narkoba dengan modus yang sama, terduga pelaku berhasil membawa masuk narkoba seberat 60 gram. Narkoba tersebut lantas dibawa ke Lombok Timur (Lotim).

“Narkoba yang diselundupkan oleh terduga pelaku rencananya juga akan dibawa ke Lotim. Dari Lotim baru kemudian diedarkan ke sejumlah daerah di Pulau Lombok,” terangnya. Bahkan, pihaknya menduga jaringan terduga pelaku juga mengedarkan narkoba ke wilayah Pulau Sumbawa.

Sementara itu, terduga pelaku Ha, mengaku terpaksa menyelundupkan narkoba karena desakan ekonomi. Sebelumnya terduga pelaku sempat berhasil menyelundupkan narkoba seberat 60 gram melalui bandara dan mendapat upah sebesar Rp 9 juta atas aksinya tersebut.

Pada aksi keduanya terduga pelaku membawa narkoba dalam jumlah yang lebih banyak lagi dari Batam dengan iming-iming upah yang juga lebih besar mencapai Rp 20 juta namun keburu ditangkap aparat kepolisian begitu turun di bandara. (kir)