Polisi dari Lingsar “Nyambi” Jadi Guru Ngaji di Bima

Bima (Suara Bima) – Menjadi seorang polisi tidaklah mudah. Apalagi ditempatkan di wilayah Bima, yang rawan terjadinya perang antarkampung. Namun hal itu tidak ada dalam kamus Bripda M. Rivaldi Pradana, anggota Polres Bima.

Selain jadwal tugas yang padat untuk melayani dan menjaga kamtibmas agar tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Mpili Kecamatan Donggo ini “nyambi” sebagai guru ngaji di desa binaannya tersebut. Rutinitas itu dilakukannya setiap hari setelah salat Magrib hingga waktu Isya.

Bahkan, ia rela bolak-balik dari kosnya di Desa Panda Kecamatan Palibelo demi mengajari anak-anak mengaji, yang rata-rata masih duduk di bangku TK, SD hingga SMP.

Menurut Dana, sapaan akrabnya, hal tersebut dilakukan semata-mata ikhlas. Karena prihatin melihat anak-anak di desa binaannya itu, enggan mengaji dan justru keluyuran pada saat magrib tanpa ada kegiatan.

“Awalnya para orang tua mengeluhkan bahwa anak mereka enggan pergi mengaji. Hal serupa juga dikeluhkan oleh guru ngaji,” ucapnya kepada Suara NTB, Sabtu, 12 November 2016.

Merasa terpanggil, dia lalu mencoba mendekati dengan mendatangi satu per satu rumah para anak tersebut, untuk memberikan pemahaman. Hasilnya, niat positif itu direspon dengan baik dan didukung penuh para orang tua.

“Alhamdulillah, berbicara dan mengajak dari hati ke hati, anak-anak nurut dan mulai ramai pergi ke tempat pengajian Alquran (TPQ),” katanya.

Untuk memastikan mereka belajar mengaji dengan baik. Iapun turut mengantar dan mendampingi. Hingga akhirnya diminta oleh pemilik TPQ agar ikut membantunya mengajari anak mengaji hingga sekarang.

“Walaupun tidak berlatar belakang pondok dan hanya lulusan SMA, tapi ilmu yang ada saya bagikan walaupun mengajar Iqro,” terangnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di desa binaan, namun juga di desa Panda, tempat kos-kosannya. Bahkan warga setempat mengaku kagum dengan tindakannya. Mengingat selama ini jarang melihat sosok polisi yang mampu berbaur dengan warga apalagi mengajar anak mereka mengaji.

“Bukan ingin menilai dan membanggakan diri sendiri. Bagi saya, ada yang terasa kurang kalau tidak dekat dengan mereka,” ujarnya merendah.

Selain itu, dia juga melatih dan membina para siswa di sekolah setempat latihan baris-berbaris, mengingat ia merupakan alumni Paskibraka. Serta mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Walaupun saya bukan asli Bima, tapi saya cinta Bima,” pungkasnya.

Dana kecil di Dusun Terep, Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Ia merupakan alumni SDN 4 Lingsar, SMPN 2 Lingsar dan SMAN 1 Lingsar tahun 2013.

Ia lulus polisi pada tahun 2014. Sempat bertugas di Sabhara Polda NTB selama satu tahun dan dimutasi ke Polres Bima untuk memenuhi kouta pada saat Pilkada Kabupaten Bima tahun 2015 lalu. (uki)