Polisi Dalami Penggunaan Aset Pemprov di Desa Rumak

Tim Satuan Reskrim Polres Lobar turun ke lapangan mengecek tanaman matoa pengadaan dari DD Rumak. Tanaman ini ditanam di atas lahan tanpa izin dari pemprov NTB.(Suara NTB/Satreskrim Polres Lobar)

Giri Menang (Suara NTB) – Penggunaan aset Pemprov untuk menanam matoa oleh Pemdes Rumak kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar) menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan aparat kepolisian. Polres Lobar telah turun mengecek lokasi tersebut. Selain itu, pihak DPMPD juga akan mendalami persoalan ini.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dafid Shidiq, Senin, 4 Januari 2021 mengatakan, timnya sudah turun melakukan klarifikasi terkait adanya penanaman pohon matoa di atas tanah aset Pemprov NTB di dusun Rumak Barat Desa Rumak Kecamatan Kediri, pada Kamis, 24 Januari 2020. Tim dipimpin oleh Kanit Tipikor, Ipda M. Baejuli, SH. Tim di dampingi pula Babinkamtibmaspol, pihak desa, dan RT setempat. “Kami mendalami informasi terkait adanya dugaan penanaman pohon matoa oleh pihak Desa Rumak di atas tanah Aset milik Pemprov NTB,” jelas dia.

Hasil yang didapat setelah melakukan klarifikasi didapat keterangan bahwa tanah aset yang dimiliki oleh Pemprov NTB di sana seluas sekitar 3 hetar dan masing masing lokasi tanah tersebut dari sejak puluhan tahun yang lalu telah disewakan kepada penggarap atas nama Nurhayati seluas 1,2 hektar dan sisanya digarap oleh penggarap lainnya.

Selanjutnya pada sekitar tahun 2019 di sepanjang jalan menuju lokasi tanah tersebut maupun di sekeliling tanah aset itu pihak Desa Rumak telah menanami pohon matoa yang sumber anggarannya berasal dari dana Desa Rumak sebesar Rp170.000.000.

Dari jumlah anggaran yang digunakan setelah melakukan pengadaan pohon melalui pihak ke tiga didapat 667 pohon yang kemudian ditanam di beberapa lokasi. Dengan rincian, di sekelililing tanah aset milik Pemprov NTB sebanyak 467 pohon. Di pinggir jalan menuju lokasi sebanyak 200 pohon.

Sedangkan terkait dengan proses penanaman pohon dimaksud walaupun ada tahapan proses administrasi (proposal) yang diajukan ke  pihak Aset Pemprov NTB sampai saat ini belum ada izin sehingga atas kejadian dimaksud, sekitar beberapa hari yang lalu pihak Aset Pemprov NTB melakukan klarifikasi dengan cara mengkroscek ke lokasi tempat penanaman pohon tersebut.

Pihaknya menyarankan kepada pihak Aset Pemprov NTB untuk membuat pengaduan atas terjadinya penanaman pohon dimaksud. Pihaknya mengumpulkan dokumen kelengkapan administrasi atas terjadinya penanaman pohon itu.

Sementara itu, Kabid Pemdes pada Dinas PMD Kesuma Supake mengaku pihaknya mendapatkan informasi soal tanaman Matoa yang diadakan dari dana desa di desa Rumak. “Kami akan dalami penggunaan dana desa yang informasinya untuk tanaman matoa di desa Rumak,,” tukasnya.

Dikatakan, Dinas PMPD akan mengecek terkait pengawasan pengalokasian dana desa sendiri sudah dilakukan melalui kecamatan. Pihaknya akan mengecek apakah pengalokasian ini tepat sasaran dan tepat lokasi. “Kami akan dalami dan cek, apakah masuk perencanaan tahunan atau tidak,” tukas dia. Pihaknya menampik kebobolan dalam pengawasan pengeloksian DD. “Karena itu kami akan dalami dulu,” ujar dia.

Sementara itu sebelumnya, kades Rumak, Mukarram membenarkan pihak desa menanami matoa di atas lahan Pemprov. Tanaman matoa ini merupakan program desa, namun ia berdalih program ini sudah direncakan sebelum ia menjabat Kades. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here