Polisi Dalami Kasus Perusakan Pagar Proyek ITDC

Praya (Suara NTB) – Jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) masih terus mendalami kasus perusakan pagar proyek milik Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Setidaknya sudah empat saksi yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut sampai sejauh ini.

“Semua keterangan dan bukti pendukung masih kita kumpulkan terkait kasus ini. Baik itu bukti dilapangan maupun bukti pendukung lainnya. Baru setelah itu kita akan memanggil para terduga pelaku pengerusakan pagar proyek milik ITDC,’’ ujar Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, S.H.SIK.M.H., kepada Suara NTB, Selasa, 17 April 2018.

Iklan

Disinggung soal adanya sertifikat tanah atas nama Minarni di lahan proyek, sehingga warga nekat merusak pagar proyek ITDC, Kholilur Rochman menegaskan, itu bukan jadi ranahnya. Yang menjadi fokus penyelidikan pihaknya saat ini ialah terkait tindak pidana yang terjadi, yakni terkait perusakan pagar proyek.

Soal nanti ada sertifikat tanah di area proyek tersebut, itu menjadi bagian pendukung saja dari proses penyelidikan kasus ini dan akan diuji keabsahannya. Artinya, jika memang betul ada sertifikat tanah dan sah, maka itu akan jadi pertimbangan dalam proses hukum nantinya. Tapi kalau ternyata sertifikat tersebut palsu atau bodong, tentu itu bisa masuk proses hukum yang lain.

Seperti diberikan sebelumnya, pada Sabtu, 14 April 2018, proyek milik ITDC diduga dirusak warga. Akibatnya, pagar proyek di lokasi eks bangunan Hotel Lombok Baru Kuta rusak. Kasus perusakan pagar proyek milik ITDC terjadi sebanyak dua kali. Kasus pertama berlangsung pada Jumat (13/4). Saat ini, salah satu truk yang dikemudikan oleh warga tiba-tiba menabrak pagar proyek sampai rusak.

Pada saat kejadian kedua, sejumlah petugas keamanan ITDC sempat berusaha menghalangi aksi warga tersebut. Namun warga tetap bersikeras melakukan pengerusakan. Ketegangan antara warga dengan petugas keamanan ITDC pun sempat berlangsung. Namun karena tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan ITDC akhirnya memilih untuk mengalah. Pasca kejadian tersebut, pihak ITDC kemudian melayangkan laporan resmi ke Polres Loteng. (kir)