Polisi Buka Paksa Segel SMAN 4 dan SMPN 5 Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Puluhan anggota Polres Sumbawa mendatangi lokasi SMAN 4 dan SMPN 5 Sumbawa, Senin, 3 Juli 2017 pagi kemarin. Kedatangan anggota gabungan Satuan Sabhara, Satuan Intel dan Satuan Reskrim tersebut guna membuka paksa penyegelan kedua sekolah setempat yang disegel beberapa waktu lalu.

Pembukaan segela sekolah ini dipimpin Kabag Ops Polres Sumbawa, Kompol Yusuf Tauziri, SIK. Pantauan Suara NTB, upaya pembukaan paksa penyegelan dua sekolah yang terletak di lingkungan PPN Bukit Indah, Kelurahan Seketeng tersebut mengundang perhatian masyarakat setempat.

Iklan

Tak terkecuali para pengendara yang kebetulan melintasi tempat tersebut. Awalnya anggota membuka paksa gembok gerbang SMAN 4 Sumbawa dan mencabut spanduk yang dipasang.

Kemudian dilanjutkan ke SMPN 5 Sumbawa yang lokasinya puluhan meter dari SMA. Usai membuka segel, polisi kemudian menuju kediaman Indi Suryadi selaku pihak yang telah melakukan penyegelan. Disana suasana sempat menegang, karena istri Indi Suryadi sempat cekcok dengan polisi.

Meskipun demikian, suasana kembali tenang setelah polisi memberikan pemahaman serta imbauan. Intinya pihak Indi Suryadi diminta bersabar dan menempuh proses sesuai dengan prosedur, tanpa harus melakukan hal serupa. Karena sekolah merupakan fasilitas publik dan apa yang telah dilakukan dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Kabag Ops Polres Sumbawa, Kompol Yusuf Tauziri, SIK yang dikonfirmasi wartawan menyampaikan, pihaknya langsung membuka paksa penyegelan, karena penyegelan tersebut tak juga dibuka meskipun sebelumnya sudah dilakukan upaya pendekatan oleh pihak kepolisian. Termasuk sudah dijelaskan mengenai proses hukumnya.

Tentunya penyegelan ini merupakan main hakim sendiri. Dimana atensi dari Kapolri sudah jelas, di setiap wilayah yang ada tindakan persekusi termasuk di dalamnya main hakim sendiri seperti penyegelan pasti ditindak tegas. Karena tidak sesuai dengan aturan. Apalagi menyangkut kepentingan umum.

“Sudah dilakukan upaya pendekatan sebelumnya, tapi tetap tetap dilakukan penyegelan. Sementara kebetulan ada penerimaan siswa baru SMA. Makanya setelah tiba di lokasi kita tidak negosiasi langsung membuka paksa penyegelan,” ujarnya.

Terkait hal ini, kata Kabag Ops, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak Indi Suryadi untuk menempuh proses hukum. Jika merasa memiliki hak atas lahan di kedua sekolah tersebut tentu ada aturan yang harus ditempuh. Tidak lantas melakukan penyegelan seperti itu yang dapat mengganggu kepentingan umum.

“Kalau misalnya PTUN sudah selesai. Tinggal proses perdata. Kalau sudah ada putusan pengadilan, eksekusinya kan dilakukan pihak pengadilan. Bukan melakukannya secara pribadi, tetapi ada aturannya. Makanya saya sampaikan ke Pak Indi agar mengikuti proses hukum,” pungkasnya seraya menambahkan terhadap proses selanjutnya menunggu petunjuk dari Kapolres.

Seperti diberitakan, penyegelan kedua sekolah tersebut dilakukan pihak Indi Suryadi pada Jumat, 30 Juli 2017 lalu. Penyegelan dilakukan dipicu adanya persoalan lama mengenai sengketa tanah tempat berdirinya dua sekolah tersebut antara Indi Suryadi dengan Pemda Sumbawa. (ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional