Polisi Bubarkan Pesta Miras, Tujuh Warga Diamankan

Sebuah rumah makan di Praya Tengan digerebek setelah diduga jadi lokasi pesta miras, Jumat, 8 Januari 2021.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebuah rumah makan di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng) yang diduga jadi lokasi pesta minuman keras (miras), Jumat, 8 Januari 2021, digerebek aparat kepolisian setempat. Dalam penggerebekan tersebut, tujuh pelaku pesta miras berhasil diamankan. Empat orang diantaranya masih berstatus pelajar.

Masing-masing L. MA (17) asal Desa Semparu Kecamatan Kopang, IS (18) dan KA (18) warga Desa Darmaji Kecamatan Kopang, serta M. FA (16) warga Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah. Selain keempat pelajar tersebut diamankan juga L. AA (23) dan L.R (23) warga Desa Monggas Kecamatan Kopang. Ditambah IR (17) perempaun asal Desa Suranadi Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar). “Mereka kita amankan di salah satu rumah makan saat tengah menggelar pesta miras,” ungkap Kapolsek Praya Tengah, Ipda Geger Surenggana, Jumat siang kemarin.

Aparat kepolisian bergerak setelah sebelumnya mendapat laporan dari warga setempat yang mengaku terganggu dengan aktivitas warga tersebut. terlebih, pesta miras digelar saat jam istirahat warga. “Warga setempat merasa resah karena hal itu dilakukan saat warga tengah istirahat. Miras yang dikonsumsi berupa miras tradisional jenis tuak,” jelasnya.

Geger mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil langkah tegas karena aksi warga tersebut sudah sangat meresahkan warga. Tidak hanya membuat warga sekitar terganggu, aksi pesta miras tersebut juga kerap memicu perkelahian antar warga dan kelompok pemuda setempat.

“Jadi supaya tidak menimbulkan keresahan sosial, personel kami segera bertindak dan mengamankan para pemuda tersebut dan termasuk barang buktinya,” sebutnya.

Usai digerebek para pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Praya Tengah untuk dilakukan pendataan. Sekaligus pemeriksaan lebih lanjut. Guna mencari senjata tajam (sajam) maupun narkoba, tetapi tidak ditemukan. Untuk kemudian setelah selesai didata, selanjutnya para pelaku diserahkan ke keluarganya untuk dibina kembali. (kir)