Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Kuripan

Anggota Polsek Kuripan membubarkan judi sabung ayam, Sabtu, 17 Juli 2021.(Suara NTB/Ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Di tengah upaya jajaran Polres Lombok Barat (Lobar) menggenjot pendisiplinan protocol kesehatan (Prokes) di wilayahnya, tidak ada toleransi terhadap kerumunan. Salah satunya adalah melakukan pembubaran judi sabung ayam, yang nekat dilakukan di tengah pandemi di Dusun Tambang Eleh Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan, akhir pekan kemarin.

Kapolsek Kuripan, Iptu Agus Supriadi mengatakan, praktik judi sabung ayam ini diketahui berdasarkan informasi dari masyarakat saat Jajaran Polsek Kuripan melaksanakan kegiatan patroli. “Dari kegiatan patroli inilah kemudian diterima informasi dan keluhan masyarakat tentang praktik judi sabung ayam ini,” ungkapnya, Sabtu, 17 Juli 2021.

Iklan

Keluhan masyarakat ini langsung ditindaklanjuti, langsung mengerahkan jajarannya untuk segera melakukan tindakan di lokasi.“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar, di lokasi banyak yang berkumpul untuk melakukan judi sabung ayam. Namun karena lokasinya ditengah perkampungan, kedatangan petugas keburu diketahui oleh para pelaku judi sabung ayam ini,” katanya.

Saat akan dilakukan penangkapan, para pelaku keburu membubarkan diri, sehingga meyisakan warga setempat di lokasi ini.“Langkah yang kami lakukan yaitu memberikan himbauan agar kegiatan perjudian jenis sabung ayam tersebut untuk dihentikan,” ucapnya.

Agus menjelaskan bahwa, saat ini jajaran Polres Lobar sedang berjuang dan berupaya antisipasi dari kepungan PPKM darurat di beberapa daerah, agar tidak sampai diberlakukan di Lobar. “Untuk itu dimohon kesadaran semua pihak, untuk tidak melakukan pelanggaran Prokes, terlebih lagi ditambah dengan pelanggaran hukum seperti judi sabung ayam ini,” tegasnya.

Dikatakan, pihaknya tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas, bila peristiwa serupa terulang lagi, dan menghimbau tokoh masyarakat setempat, untuk bersama-sama menghimbau warganya. “Tentunya kegiatan perjudian sabung ayam ini sangat tidak dibenarkan. Selain melanggar hukum, kegiatan tersebut juga melanggar protokol kesehatan karena mengakibatkan kerumunan, yang berdampak kepada naiknya angka penyebaran Covid-19,” tandasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional