Polisi Bongkar Kuburan Korban Dugaan Pembunuhan

Aparat kepolisian membongkar kuburan salah satu korban pembunuhan di Desa Pengembur Loteng. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Sebuah area kosong di perbatasan Desa Pengembur dan Tanak Awu Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 3 Desember 2020, dibongkar aparat kepolisian setempat. Pembongkaran dilakukan setelah pihak kepolisian mendapat informasi kalau lokasi tersebut merupakan tempat dikuburnya MA (30) wanita asal Desa Pengembur yang dilaporkan hilang sejak bulan Agustus lalu.

Dalam catatan Polres Loteng, MA masuk daftar pencarian orang hilang atas laporan pihak keluarganya. Namun ternyata MA sudah meninggal, karena diduga  diracun oleh FA (35) yang juga warga asal Desa Pengembur. Pelaku kini sudah berstatus tahanan Polres Loteng setelah sebelumnya mengamankan diri di Mapolres Loteng sejak tiga bulan yang lalu.

“Pelaku sendiri mengamankan diri di Mapolres Loteng sejak tiga bulan yang lalu. Tapi sekarang statusnya sudah sebagai tahanan atas dugaan pembunuhan,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP I Putu Agus Indra Permana, SIK., kepada wartawan, Kamis siang.

Kasus tersebut berawal dari hubungan gelap antara korban dengan pelaku yang sama-sama sudah berkeluarga. Hanya saja suami korban tengah berada di Malaysia sebagai TKI. Hubungan asmara gelap tersebut akhirnya diketahui oleh keluarga korban, sehingga sempat memicu ketegangan antara kedua belah pihak.

Pada sekitar bulan Agustus, korban dilaporkan kabur dari rumah bersama pelaku. Namun ternyata pelaku malah mendatangi Mapolres Loteng sendirian untuk mengamankan diri. Kepada polisi pelaku kala itu mengaku memang kabur dengan korban. Tetapi saat pelaku tengah mengisi bahan bakar kendaraan di salah satu SPBU, korban sudah kabur lebih dulu, sehingga pelaku memilih untuk mengamankan diri ke Mapolres Loteng, dari pada pulang ke rumahnya. Tapi ternyata setelah melalui proses penyelidikan oleh pihak kepolisian selama tiga bulan lebih, pada Rabu, 2 Desember 2020  pelaku akhirnya mengaku kalau telah membunuh korban.

Pelaku juga mengaku kalau telah mengubur korban di sebuah area kosong di tengah persawahan dekat jalan raya di Desa Pengembur. “Awalnya pelaku sempat memberikan keterangan yang berbelit-belit soal di mana mengubur tubuh korban. Namun akhirnya, polisi berhasil menggiring pelaku untuk menunjukkan lokasi tempatnya mengubur korban yang sebenarnya,” terang Agus.

Setelah mengetahui lokasi penguburan korban, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 wita, polisi kemudian membongkar lokasi tersebut. Dan, akhirnya menemukan tubuh korban sudah hampir tinggal tulang belulang saja..

Informasi pembongkaran yang dilakukan aparat kepolisian dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Ratusan warga yang penasaran pun berbondong-bondong mendatangi lokasi pembongkaran. “Pembongkaran kita lakukan untuk keperluan otopsi. Guna mencari tahu penyebab kematian korban,” tambahnya.

Kasat Reskrim menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga korban, ketika korban dibawa oleh pelaku, korban sedang dalam keadaan hamil. Namun itu semua bisa terbukti berdasarkan hasil otopsi nantinya. “Jadi untuk sementara bisa kita simpulkan bahwa motifnya asmara gelap, mengingat suami korban saat ini menjadi TKI dan sedang bekerja di luar negeri,” tandasnya.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 340 KUHP atas dugaan pembunuhan berencana. Dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati, kurungan selama 20 tahun atau seumur hidup. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here