Polisi Bidik Pengunggah dan Penyebar Video Asusila

Ivan Roland Cristofel. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Kepolisian Resor (Polres) Dompu, rupanya memberi atensi khusus terhadap kasus penyebaran video asusila oknum anggota polri di ruang isolasi rumah sakit umum. Setelah sebelumnya dua orang nakes ditetapkan sebagai tersangka, kini giliran pemilik akun Imran Kasiri dan Kejora Paramita jadi bidikan. Mereka diduga menjadi bagian dari sumber meluasnya rekaman video mesum berdurasi 1 menit 30 detik itu.

Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Ivan Roland Cristofel, S.Tk, kepada wartawan menyampaikan, penyelidikan kasus tindak asusila oknum anggota polri itu, berawal dari postingan pemilik akun Kejora Paramita, sehingga beredar potongan video di jagat maya yang sampai saat ini hangat dibicarakan.

Iklan

Terhadap pemilik akun Kejora Paramita inisial S tersebut, penyidik telah melayangkan panggilan pemeriksaan sebagai saksi. “Tadi malam kita melakukan pemeriksaan terhadap pemilik akun tersebut dan dibenarkan bahwa dia yang mengupload dan membuat status tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan S, kepemilikan video mesum itu berawal dari status pemilik akun Imran Kasiri, yang mana sekarang menetap di Pamenang Kabupaten Lombok Utara (KLU). S meminta video tersebut lewat percakapan pribadi di messenger. Namun demikian, Imran Kasiri baru akan membagikannya ketika S mau menyebarluaskan dengan harapan pelaku tindak asusila diproses hukum. “Dengan tawaran itu pemilik akun Kejora Paramita mengiyakan. Begitu diiyakan video tersebut dikirim melalui messenger,” ujarnya.

Setelah berhasil mengantongi video mesum berdurasi 1 menit 30 detik, S kemudian menjadikannya sebagai status di akun facebook. Sehingga mulai tersebar luas di tengah masyarakat.

Saat ini, lanjut Ivan Roland Cristofel, pihaknya masih dalam proses penyelidikan. Untuk peningkatan status pada tahap penyidikan, mereka masih menunggu keterangan dari saksi-saksi. “Untuk tahap penyidikan masih kita menunggu pemeriksaan saksi-saksi,” tegasnya.

Sementara Kapolres Dompu, AKBP. Syarif Hidayat, SH., S. IK., menambahkan, meski sudah ada dua orang nakes jadi tersangka, namun tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut digiring ke jeruji besi.

Terhadap warga KLU, pihaknya akan melayangkan panggilan untuk klarifikasi. Dan untuk percepatan pihaknya berencana mengirim anggota ke Lombok Utara. “Bila perlu sore ini atau besok anggota akan langsung berangkat ke Lombok Utara,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional