Polisi Bekuk Tersangka Curanmor Sistem Tebus

Lima orang terduga pelaku curanmor sistem tebus saat diamankan di Mapolres Lotim. Dua di antaranya merupakan honorer di lingkungan Pemda Lotim.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Berakhir sudah peran dua orang honorer lingkup Pemda Lotim, N (30) honorer di Dinas Pariwisata asal Desa Keruak dan B (30) honorer di Dinas PUPR asal Desa Pandanwangi Kecamatan Jerowaru.Keduanya kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap aparat kepolisian lantaran diduga terlibat aksi kriminalitas pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Modus yang diperankan kedua honorer ini bersama komplotannya berupa sistem tebus.Penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan polisi Nomor : LP/ 19/VI/2021/NTB/Res.Lotim/Sek. Sakra Barat tanggal 14 Juni 2021 Tentang Tindak Pidana Pencurian (Curanmor). Dari laporan tersebut, tim Puma Polres Lotim pada Selasa Tanggal 15 Juni 2021 sekitar pukul 01.30 Wita bertempat di Kecamatan Keruak dan Jerowaru berhasil mengungkap jaringan penebusan Curanmor yang terjadi di Dusun Gerisak, Desa Embung Tiang, Kecamatan Sakra Barat dengan korban seorang pelajar, Wiza Erfadina (17 tahun).

Iklan

Dalam menjalankan aksinya, kedua honorer itu tampaknya tidak sendirian. Ia bersama komplotannya sebanyak tiga orang, yaitu M alias Amaq Bani (37) asal Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Junaidi alias Amaq Ardi (40) dan Abdullah alias amaq Silvi (39) asal Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru.

“Kelima terduga pelaku sudah ditangkap dan diamankan di Mapolres Lotim pada Selasa malam,”terang Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu Lalu Jaharudin, Rabu (16/6).Dijelaskan bahwa, modus yang digunakan oleh para terduga pelaku pada tanggal 9 Juni 2021 pukul 18.00 wita korban mengalami kecurian sepeda motor di rumahnya. Kemudian pada pukul 20.00 Wita, pelaku Tamin mendatangi pelaku menawarkan penebusan senilaiRp5.500.000 kepada korban.

Korban yang saat itu menginginkan motornya kembali, memberikan uang sebesar Rp3 juta yang diberikan pada pukul 20.30 wita sebagai tanda jadi dan sisanya akan dilunasi setelah sepeda motor tersebut kembali. Selanjutnya pada pukul 21.00 Wita, pelaku Tamin menghubungi pelaku Bayu dan Ovan dan memberikan uang tebusan tersebut.

Tidak sampai di sana, pelaku Tamin, Ovan dan Bayu berangkat menuju rumah Amaq Ardi membawa uang penebusan agar motor korban dapat dikeluarkan. Saat tiba di rumah Ardi yang merupakan pelaku utama pencurian kemudian datang membawa sepeda motor korban, dimana sebelumnya sepeda motor korban disembunyikan oleh pelaku utama di rumah pelaku Abdillah.

 “Setelah proses penebusan berlangsung, ketiga pelaku kembali membawa sepeda motor korban,”terang Jaharudin.

Dari keterangan korban dan identifikasi oleh aparat kepolisian, lima orang pelaku tersebut merupakan jaringan penebusan Curanmor yang sudah lama menjadi incaran petugas. Pelaku utama pencurian tersebut inisial, JN dan RB kabur karena informasi penangkapan sudah termonitor namun sampai saat ini petugas masih melakukan pencarian.

Dari penggerebekan ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit sepeda motor milik korban, 1 lembar STNK sepeda motor korban yang tersimpan di dalam jok bagasi dan 5 unit handphone milik para pelaku. “Saat ini pelaku dan barang bukti kami amankan di Polres Lotim untuk dilakukan pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,”pungkas Jaharudin. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional