Polisi Bekuk Pengedar Ganja di Dompu

AD (20) terduga pengedar narkoba berjenis ganja saat diamankan di Mapolres Dompu, Sabtu, 4 Juli 2020.(Suara NTB/Polres Dompu)

Dompu (Suara NTB) – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu, kembali mengungkap jaringan pengedar narkotika jenis ganja. Kali ini, menjerat AD (20) warga Lingkungan Mantro Kelurahan Bada. Selain 1 poket ganja di tangannya, polisi berhasil menyita 4 poket besar dari rekan sesamanya mengedarkan barang berbahaya tersebut.

Paur Subbag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah kepada Suara NTB, Sabtu, 4 Juli 2020 menyampaikan, terungkapnya peredaran ganja di wilayah kota pada Jumat 3 Juli Pukul 23.5 Wita ini, buah pengembangan informasi warga terkait aktifitas kalangan muda di depan Toko Sentral. “Warga mencurigai halaman toko tersebut dijadikan tempat bertransaksi, dalam hal ini jual beli narkotika,” ungkapnya.

Iklan

Kecurigaan tersebut lantas disikapi tim dibawah pimpinan Aipda Yusuf, SH., dengan melakukan pengembangan. Terlebih pemantauan di sekitar lokasi untuk pengungkapan kasus.

Alhasil, kecurigaan itu terbukti setelah polisi berhasil mengamankan satu orang yang tengah menunggu pembeli ganja. Ia AD warga Lingkungan Matro Kelurahan Bada. Selain 1 poket plastik klip berisi ganja, tim mendapati uang tunai Rp80 ribu yang diduga hasil penjualan barang berbahaya ini. “Hasil penggeledahan awal ditemukan 1 bungkus plastik klip yang di dalamnya berisi ganja,” ujarnya.

Proses pembuktian, lanjut Hujaifah, tidak berhenti disitu. Polisi melanjutkan penggeledahan di kediaman AD namun tak menemukan barang bukti tambahan. Meski demikian, atas pengakuan AD sendiri akhirnya diketahui bahwa barang tersebut diperoleh dari SP, warga Lingkungan Sigi Kelurahan Karijawa.

Informasi itu sigap ditindaklanjuti anggota, namun setibanya disana SP berhasil kabur dari pengejaran petugas. Upaya penggeledahan kemudian dilakukan dan disaksikan warga sekitar, hingga ditemukan 4 plastik klip besar berisi ganja yang terbungkus rapi lakban hitam. “Atas temuan ini AD kita bawa untuk pemeriksaan lebih lanjut ke polres, sementara SP masuk dalam daftar pencarian,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here