Polisi Amankan Penjual Pomade Tanpa Izin Edar

Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa (kiri) didampingi Kasubbag Humas Polresta Mataram Anggraini menunjukkan barang bukti pomade tanpa izin edar, Senin, 9 Maret 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pomade sudah jadi gaya hidup kekinian para pria. Ada saja yang memanfaatkan kesempatan. Seorang penjaga kos, ZM (30) diduga menjual pomade tanpa izin edar alias bodong. Per kalengnya, dia meraup untung Rp15-20 ribu. Aktivitas dagangnya sejak tahun 2014 itu berujung kantor polisi.

“Kami mengamankan ZM ini karena diduga menjual produk kosmetik rambut tanpa izin edar,” ungkap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin, 9 Maret 2020.

Iklan

Sehari-hari, ZM menjaga indekos di Jalan Swadaya I, Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram. di tempat itu lah ZM digerebek kemarin siang. Polisi menyita ratusan kaleng pomade siap jual.

“Kami amankan 219 cup pomade berbagai mereka. Diantaranya ada 60 cup tidak ada merek,” sebutnya. Cup berisi gel berbahan dasar air dan minyak diduga akan diberi merek belakangan.

Dari yang disita itu mereknya antara lain Deuz Manggo Mix, The Keys Pomade, Santos Rhomeo Authentic Pomade, Full Pomade, dan Red Box Pomade.

Pada kemasannya tidak tercantum berat bersih, bahan pembuatan, kandungan isi, lokasi pembuatan, kode produksi, dan tanggal kadaluarsa. Juga tanpa nomor registrasi BBPOM. “Dugaan pasal yang kami sangkakan yakni UU Kesehatan,” kata Adi.

ZM, sambung Adi, sudah menjual kosmetik rambut itu sejak tahun 2014. Media penjualannya langsung ke pribadi-pribadi juga lewat online. “Keuntungan kisaran Rp14 ribu sampai Rp20 ribu,” ungkapnya.

Pomade tanpa izin edar itu dipesan ZM dari Jakarta dan Surabaya. Barang datang lewat pengiriman paket kilat. “Yang bersangkutan masih kita periksa untuk kita dalami lagi kegiatannya dia,” pungkas Adi. (why)