Polemik Perjalanan ke Luar Negeri Dewan Picu Kegaduhan

Mataram (Suara NTB) – Isu perjalanan dinas luar negeri sejumlah pimpinan dan anggota DPRD NTB, yang dibiayai oleh dinas Pariwsata Provinsi NTB, dipersoalkan oleh sejumlah anggota dewan lainnya. Persoalan ini memantik kegaduhan di internal DPRD NTB sendiri.

Anggota Fraksi PDIP DPRD NTB, Drs. Ruslan Turmuzi, yang tidak terima dengan aksi keberangkatan para pimpinan dan beberapa anggota DPRD NTB itu, untuk melakukan lawatan keluar negeri, dengan dalih promosi wisata, terus melancarkan serangannya. Ruslan bahkan berencana akan membawa persoalan tersebut ke sidang paripurna DPRD NTB.

Iklan

“Saya akan pertanya hal ini di paripurna besok. Karena ini telah menyalahi aturan. Lihat saja besok, pimpinan harus bisa menjawab pertanyaan saya, dan mempertanggungjawabkan keberangkatannya,” ujar Ruslan pada wartawan, pekan kemarin.

Tidak hanya itu, Ruslan juga berniat untuk membawa persoalan tersebut menjadi persoalan hukum. Ia berencana akan melaporkan pimpinan dan sejumlah anggota dewan yang telah berangkat keluar negeri, ke Aparat Penegak Hukum (APH). Karena menurut pandanganya, tindakan pimpin dan beberapa anggota dewan tersebut, telah melanggar aturan, bahkan berpotensi terjadi tindakan tindak pidana korupsi berjamaah.

“Aturannya sudah jelas, bahwa aktivitas anggota dewan itu tidak boleh dibiayai oleh instansi lain,” tegas Ruslan.

Di dalam peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2006, tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2004  tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD, didalam Pasal 25 : (1)  Sekretaris DPRD  menyusun belanja Pimpinan dan Anggota DPRD yang terdiri atas penghasilan, penerimaan lain, tunjangan PPh dan tunjangan kesejahteraan serta belanja penunjang kegiatan DPRD yang diformulasikan ke dalam  Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Sekretariat DPRD.

Ayat (2)  Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 10, Pasal 10A, Pasal 20, Pasal 22, dan Pasal 23 dianggarkan dalam  pos DPRD.

Selain itu, Ruslan juga mempertanyakan izin perjalanan luar negeri dari kemendagri. Serta menyatakan, akibat perjalanan tersebut, telah membuat beberapa agenda di dewan menjadi terbengkalai seperti pemilihan pimpinan Badan Kehormatan.

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Ruapeda, SH, MH, angkat bicara untuk menanggapi tudingan yang dilancarkan oleh Ruslan tersebut. Isvie mengaku sangat menyesalkan sikap koleganya tersebut yang terus berbicara di media massa, mempersoalakan kunjungannya ke Jerman, baru-baru ini.

“Kami sangat sesalkan sikap dari pak Ruslan, yang terus menyebarkan pernyataan keliru,” ujar Isvie.

Isvi juga menegaskan bahwa kepergiannya dengan beberapa anggota dewan lain, ke Jerman, tidak mungkin tanpa dasar hukum. Lebih-lebih soal izin dari kemendagri. Menurut Isvie, sebagai pejabat daerah, tentu kepergiannya keluar negeri wajib memperoleh izin dari mendagri.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm, juga turut bicara. Mori menuding, bahwa sikap dari anggota Fraksi PDIP itu mempersoalkan kunjungan pimpinan dewan ke luar negeri, lantaran kekecewaan dari Fraksi PDIP, terkait pembagian jatah pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) periode kedua, baru-baru ini. Karena dari semua fraksi yang ada di DPRD NTB, hanya fraksi PDIP, yang sama sekali tak kebagian jatah pimpinan AKD.

“Kalau tertundanya alasan pemilihan Pimpinan BK mejadi alasan, itu sangat tidak mendasar, karena bukankah dia sendiri yang kemarin sangat kencang menolak untuk melakukan pemilihan pimpiman AKD, karena alasan belum genap waktunya,” ujar Mori.

Menanggapi jawaban para pimpinan tersebut, Ruslan mengaku tidak terima dengan tudingan para pimpinan tersebut, yang menyatakan bahwa sikap kerasnya mempersoalkan kunjungan luar negeri tersebut, karena sakit hati tidak kebagian jatah pimpinan AKD.

“Saya rasa sangat keliru, karena kami sendiri yang menolak, kami kan ditawari, tapi kami tolak. Sangat terlambat kalau disebut demikian,” tegas Ruslan. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here