Polda NTB Usut Dugaan Penipuan ’’Event’’ Pariwisata

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ditreskrimum Polda NTB menangani dugaan kekurangan pembayaran sejumlah kegiatan Dinas Pariwisata Provinsi NTB tahun 2015-2019. Selain indikasi korupsi, dugaan penipuan dan penggelapan juga masuk meja penyidik. Saksi-saksi segera diklarifikasi.

Direktur Reskrimum Polda NTB AKBP Hari Brata mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan pengaduan dugaan penipuan tersebut.

Iklan

“Tetap ditangani, beda objek. Kalau yang di Krimsus kan yang anggaran daerahnya,” ujar Hari dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Kasus dugaan penipuan tersebut sudah mulai ditangani. Saksi-saksi yang terkait dengan laporan akan dimintai keterangan. “Semua akan kita klarifikasi. Sesuai kebutuhan penyidik,” terangnya.

Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana mengatakan, saksi-saksi yang diduga tidak menerima pembayaran dari event pada Dispar Provinsi NTB sudah dimintai keterangan.

“Kita masih dalami, apakah event-event itu ada mata anggarannya atau tidak. Kita masih mencari sumber anggarannya yang dipakai untuk kegiatan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.

Penasihat hukum pelapor, Edi Kurniadie mengatakan pihaknya menyampaikan pengaduan soal dugaan penipuan dalam penyelenggaran event pada Dispar Provinsi NTB. Langkah itu diambil setelah somasi yang dilayangkan pada Oktober dan November 2019 tidak ditanggapi.

“Awalnya dijanjikan akan dibayar April 2019, tapi tidak jadi. Dijanjikan lagi Juni tapi tetap tidak ada (pembayaran). Masih ada sisa Rp298 juta yang belum dibayar,” ungkapnya.

Dia mewakili CV Pena Multimedia, event organizer yang memegang event HUT NTB tahun 2018. Awalnya perusahaan itu akan dibayar Rp398 juta seusai kegiatan berakhir. Pembayaran Rp100 juta sudah diselesaikan BPPD NTB.

Selain itu, kekurangan pembayaran juga diduga pada kegiatan Festival Pesona Khazanah Ramadhan, Sail Moyo Tambora 2018, pagelaran HUT NTB 2017-2018, dan Festival Pesona Bau Nyale 2019.

Dispar NTB dilaporkan menunggak pembayaran pada vendor penyedia mesin pendingin CV BAJ yang mencapai Rp404,2 juta, dalam event Pesona Khazanah Ramadhan, HUT NTB, dan Colour Run Kuta Mandalika. Kemudian proyek neon box branding Sail Moyo Tambora 2018 di Lombok Internasional Airport sebesar Rp31,8 juta pada PT EYE. Pembayaran awal Rp200 juta sudah dilunasi Kementerian Pariwisata RI.

Anggaran belum terbayar sebesar Rp277,3 juta pada GP Hotel. Muncul dari sewa venue Rakor Pemulihan Dampak Erupsi Gunung Agung, persiapan Calendar Event Pesona Bau Nyale, dan Alacarte Roof Garden.

Selanjutnya, sebesar Rp491,6 juta kekurangan pembayaran event peringatan HUT NTB ke-60 tahun 2018 kepada PT QCI. Tunggakan jasa promosi pariwisata Rp1,3 miliar pada PT RMM. Rp12 juta pada A NWS Australia, serta tunggakan sewa tenda sebesar Rp170 juta pada CV MT. (why)