Polda NTB Tangkap Bandar Sabu Kakap

Suasana penggerebekan diduga bandar sabu kakap di salah satu hotel berbintang di Pujut, Lombok Tengah, Senin, 4 Januari 2021.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Seorang wanita diduga bandar sabu kelas kakap, MDR alias NJD (28) akhirnya tertangkap. Wanita yang hendak kabur ke Bali ini diduga merupakan jaringan kakap. Pengejaran MDR berawal dari penangkapan duo kakak beradik pengedar sabu.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra mengatakan, penangkapan MDR dilakukan di sebuah hotel berbintang di kawasan KEK Mandalika, Pujut, Lombok Tengah, pada Senin, 4 Januari 2021. “Rencananya dia mau ke Bali,” ujarnya, Rabu, 6 Januari 2021. Wanita asal Abiantubuh, Cakranegara Selatan Baru, Cakranegara, Mataram ini merupakan pengembangan dari kasus 4 gram sabu diduga diedarkan SD. SD mengaku barang haram diperolehnya dari MDR.

SD awalnya hendak digerebek di rumahnya. Tetapi hasilnya nihil. Informasi kemudian dikembangkan. SD terpantau sedang menginap di sebuah hotel berbintang. Rupanya, SD sedang bersembunyi. Total ada tiga kamar yang dipesan. Diamankan lima orang lagi di kamar-kamar tersebut, yakni, KES, GWP, GBP, GAA, dan ND. “Semua kamar itu dipesan MDR. MDR ini sudah lama menjadi target operasi kita. Dia menurut informasi merupakan salah satu bandar besar di Lombok. Tujuh orang yang kita amankan ini merupakan satu jaringan. Diduga jaringannya dia (MDR),” bebernya.

Dari penggerebekan itu disita uang dolar dan uang rupiah tunai Rp16,4 juta. Disita juga ATM, empat ponsel dan dua unit mobil. “Barang bukti ini terkait dengan penjualan narkoba,” imbuh Helmi. SD menolak tutup mulut. Lantas mengungkap bahwa dirinnya memang selalu memesan sabu kepada MDR. Hal itu berkesesuaian dengan bukti percakapan antara SD dengan MDR.

Helmi mengatakan, bandar besar sabu cukup cerdik. Mereka tidak menyimpan sendiri sabu yang dijualnya. Melainkan menggunakan orang dan tempat lain sebagai penyimpanannya. Barang bukti sabu yang hanya 4 gram bukan halangan memburu bandar tersebut. “Kita sudah punya semua bukti-buktinya,” sebutnya. (why)