Polda NTB Siapkan Gelar Perkara Kasus Pelecehan Nuril

Direktur Reskrimum Polda NTB, Kristiaji (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal mantan honorer SMAN 7 Mataram, Baiq Nuril Maknun terus bergulir. Rangkaian klarifikasi saksi dikebut Polda NTB sejak pekan lalu, bahkan sampai keterangan ahli.

Penyidik menyiapkan gelar perkara untuk menentukan nasib penanganan kasus itu selanjutnya. “Apakah ini masuk pidana atau tidak, sesuai dengan delik yang dilaporkan,” kata Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Kristiaji kemarin.

Iklan

Dia menambahkan, penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB sudah mengklarifikasi sejumlah saksi. Hasil klarifikasi kemudian akan dibawa ke meja gelar perkara.

“Nanti keterangannya kan kita cocokkan. Ahli kan sudah (diklarifikasi), pelapor sudah, terlapor sudah,” sebut dia.

Sejak dilaporkan Senin, 19 November 2018, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi diantaranya, pelapor Baiq Nuril Maknun; terlapor H Muslim; saksi kawan pelapor.

Kemudian ahli dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya; ahli Fakultas Kedokteran UGM; dan ahli Komisioner Komnas Perempuan RI.

Baiq Nuril Maknun, terpidana kasus ITE rekaman cabul mantan Kepala SMAN 7 Mataram, H. Muslim melaporkan mantan atasannya itu ke Polda NTB.

Laporan terkait dugaan pelecehan seksual melalui pembicaraan telepon diajukan ke kepolisian Senin, 19 November 2018.

Penasihat hukum Nuril, Yan Mangandar sebelumnya menyebutkan, H. Muslim dilaporkan dugaan pelanggaran pasal 294 ayat 2 ke-1 KUHP pada intinya mengatur pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya.

Turut dilampirkan sebagai bukti, yakni fakta persidangan yang termuat dalam salinan putusan PN Mataram, serta lampiran keterangan saksi-saksi.

Tim penasihat hukum Nuril juga melampirkan berita acara pemeriksaan, sewaktu Nuril dan H Muslim sama-sama diperiksa penyidik Polres Mataram terkait kasus ITE setahun silam. (why)