Polda NTB Siaga Satu Bencana

Personel Brimob Polda NTB bersama warga memperbaiki jalan di Obel-obel, Sambelia, Lombok Timur yang rusak diterjang banjir. (Suara NTB/ist_Humas Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB siaga satu bencana. Sebanyak 2.000 personal bersiaga. 150 orang diantaranya sudah diterjunkan ke Obel-obel, Sambelia, Lombok Timur untuk membantu penanganan banjir bandang. Kesiagaan masih berlangsung mengingat NTB memasuki puncak musim hujan serta adanya badai siklon tropis.

“Anggota sudah disiagakan. Siaga satu penanganan bencana,” tegas Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dikonfirmasi Selasa, 25 Februari 2020 kemarin. Pasukan yang disiagakan dari satu Brimob Polda NTB, Sabhara Polda NTB, dan gabungan Polres Lombok Timur. Untuk penanganan banjir bandang Sambelia, sudah diterjunkan mobil dapur umum dan air bersih.

Iklan

“Untuk penanganan pertama setelah evakuasi kita sediakan fasilitas dasar tenda, dapur lapangan dan mobil alat penjernih air untuk kebutuhan MCK,” terangnya.

Tim Brimob dikerahkan untuk perbaikan jalur transportasi. Selain itu, tim siaga bencana juga didukung tim kedokteran untuk layanan kesehatan. Penanganan selanjutnya, Satgas Operasi Aman Nusa disiapkan di posnya masing-masing. Sebab, potensi bencana bisa datang kapan saja mengingat musim hujan memasuki puncaknya.

“Potensi untuk saat ini yang rawan di Lombok Utara dan Lombok Timur. Kita siagakan peralatan, siagakan bahan pertolongan. Kalau ada bencana Satgas Aman Nusa siap diterjunkan,” jelas Artanto.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk perkiraan cuaca. Hal itu sebagai bagian dari deteksi dini. BMKG memantau Siklon Tropis Esther dan Siklon Tropis Ferdinand di selatan wilayah Indonesia pada Senin, 24 Februari 2020.

Siklon Tropis Esther terpantau berada di Teluk Carpentaria, Australia dan bergerak ke selatan barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Sementara Siklon Tropis Ferdinand terpantau di wilayah Samudra Hindia selatan NTB dan bergerak ke berat daya menjauhi Indonesia.

Dampak dua sikon tropis tersebut yakni meningkatnya hujan lebat di wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Maluku. Gelombang tinggi 2,50-4,00 meter di perairan selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, dan Laut Arafuru. (why)