Polda NTB Ringkus Buronan Pembuat STNK Palsu di Senggigi

Mataram (suarantb.com) – Polda NTB membekuk buronan diduga pembuat STNK palsu, Rabu, 12 Oktober 2016. Sebanyak 38 lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) disita dari tangan pelaku. Polisi juga menyita 146 lembar Surat Ketetapan Pajak Daerah, serta puluhan alat-alat pembuat STNK palsu.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Holilur Rochman mengatakan pelaku merupakan DPO yang selama lima bulan diincar polisi. Pelaku berinisial AI alias Met (32) merupakan warga Kelurahan Turida Barat, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Iklan

“Selama lima bulan pelaku buron. Sebelumnya empat orang kawannya telah ditangkap polisi, kini telah dilimpahkan ke Kejati NTB, dan sudah selesai menjalani hukuman di Lapas Mataram. Pengakuan temannya, pelaku juga memiliki bahan pembuat STNK palsu, dulu saat kita gerebek, pelaku berhasil kabur,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda NTB, Kamis, 12 September 2016.

Menurut Holilur, material STNK tersebut merupakan STNK asli. Namun pelaku dapat merubahnya dan memanipulasikan nama asli dari STNK asli tersebut. “Material STNK ini asli. Pengakuannya dapat dari masyarakat, tapi kita tetap mendalaminya,” ujarnya.

Teknik pemalsuan identitas dari STNK yang sebelumnya asli tersebut terbilang cukup unit. Pelaku mampu menggosok identitas pada STNK asli, dan merubahnya dengan identitas yang diinginkan pemesannya.

“Identitas diganti dengan metode penggosokan, kemudian menggunakan cat air dan pensil warna untuk membuatnya. Ini stempel-stempel dari kepolisian, pemerintah daerah, termasuk Dispenda. Fasilitasnya juga tiga unit komputer dan satu printer, sudah ada programnya di komputer,” jelasnya.

STNK palsu tersebut dijual ke dalam dan luar Pulau Lombok. Meliputi NTT, Bali, hinga Sumatera Barat. Harga jualnya mulai Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

“Pelaku Menjualnya Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Ini rangkaian yang kita amankan dulu. Ternyata dalam pelarian mereka produksi lagi. Dia sewa villa di Senggigi dan beroperasi di sana. STNK ini asli dan datanya dihapus sesuai pesanan orang,” terangnya.

Pelaku diketahui menyewa salah satu villa di wilayah Senggigi untuk menjalankan bisnisnya tersebut. Pelaku kini dijerat dengan pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP tentang pemalsuan surat, dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara. (szr)