Polda NTB OTT Tiga Polantas Diduga Lakukan Pungli

Mataram (suarantb.com) – Polda NTB melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga anggota polantas yang diduga melakukan pungutan liar (pungli). Hal tersebut dilakukan untuk memberantas pungli pada pelayanan publik. Itu juga merupakan bentuk dukungan Polda NTB terhadap instruksi presiden dan Promoter Kapolri.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti, mengatakan razia dilakukan oleh Subdit Paminal dan Bidang Propam, Selasa, 4 Oktober 2016 lalu. “OTT dilakukan terhadap dua anggota Sat Lantas Polres Lombok Tengah Unit SIM berinisial Aipda RH dan Briptu SD,” ujar Tri Budi, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Iklan

Aipda RH dan Briptu SD diduga menerima uang dari pemohon SIM C. Di mana hal tersebut tidak sesuai dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang seharusnya.

Giat OTT kemudian berlanjut ke wilayah Lombok Barat, Kamis, 6 Oktober 2016. Sekitar pukul 09.30 Wita di depan Kantor Samsat Dispenda Kabupaten Lombok Utara (KLU), telah dilakukan OTT terhadap polisi berinisial Bripka WS, yang merupakan Anggota Satlantas Polsek Tanjung.

Bripka WS diduga telah menerima uang dari seorang pelanggar lalulintas saat operasi gabungan tanpa melakukan tilang. Kini oknum polisi yang kedapatan melakukan pungli akan segera diberikan sanksi sesuai SOP yang berlaku di kepolisian.

“Langkah-langkah yang telah diambil kepolisian dengan melakukan penyitaan barang bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kode etik yang berlaku dalam kepolisian,” terang Tri Budi. (szr)