Polda NTB Ingatkan Modus Baru Pencurian Ternak

Tanjung (Suara NTB) – Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si., mewanti-wanti jajaran Polres Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan masyarakat KLU berhati-hati menjaga ternak miliknya. Pasalnya, sudah mulai muncul modus baru pencurian ternak yang dilakukan oleh pelaku.

“Angka kejahatan pencurian ternak dilakukan dengan modus baru. Ternak tidak dicuri dalam keadaan hidup, tapi dicuri dan langsung dipotong, diambil dagingnya. Modus baru ini, terjadi di KLU, Bima dan Sumbawa,” ungkap Kapolda saat berkunjung ke KLU, Selasa, 14 Maret 2017.

Iklan

Selain modus itu, para pelaku juga melakukan modus lain yakni dengan menggiring ternak ke arah pantai. Di pantai, pelaku lain sudah menunggu dengan alat angkut. Mengantisipasi gangguan kamtibmas, Firli telah menginstruksikan kepada jajarannya di tingkat Polres untuk melakukan patroli laut dan darat. Patroli laut dilakukan dengan menyusuri sepanjang pantai. Sementara di wilayah darat, ia meminta anggotanya untuk mengawasi kendaraan baik bak terbuka maupun mobil boks yang melintas.

“Catatan saya, di KLU angka kejahatannya memang rendah, tetapi angka kecelakaan cukup tinggi. Setelah membaca data dan menganalisa, sementara ini  kriminalitas rendah, karena kesejahteraan rakyat cukup. Kalaupun ada, bukan karena kebutuhan ekonomi yang mendesak di KLU. Data yang saya terima, pelaku bukan orang KLU tetapi banyak dari luar. Ini ada kaitan antara migrasi penjahat dari satu daerah ke daerah lain karena sumber daya alam dan sumber daya manusia tidak seimbang,” paparnya.

Kapolda menambahkan, potensi kamtibmas yang ada di KLU sedianya diantisipasi. Sebab anggota Polri di Lombok Utara juga masih sedikit, yakni 255 orang. Dibandingkan dengan jumah penduduk KLU, maka police ratio di KLU sebesar 1: 957 jiwa.

“Ini memang belum sampai pada angka yang kita inginkan. Walaupun demikian, kita tahu bahwa Lombok Utara daerah ini aman, tidak ada konflik antar suku dan antar agama. Kejahatan konvensional agar dikelola baik dengan mengoptimalkan operasional sarana dan prasarana Polres,” tandasnya.

Menanggapi keberadaan Polres Lombok Utara, Kapolda menyampaikan penghargaan kepada Pemkab yang telah membantu menyiapkan lahan. Dari 4 hektar yang disyaratkan, lahan yang sudah dihibahkan sebanyak 2,5 hektar.

Sebagai imbal balik dalam proses pendirian Mako Polres Lombok Utara, Firli memberi gambaran proses pembangunannya masuk dalam tahapan lelang jasa konstruksi. Akhir Maret 2017 ini diperkirakan akan selesai untuk selanjutkan dilakukan lelang terbuka.

“Selain pengadaan Mako Polres, ada juga 1 paket rumah dinas untuk kapolres dan wakapolres, plus satu fasum dari anggaran Mabes Polri. Dengan masa waktu kerja 180 hari, kita harapkan sebelum akhir tahun bisa digunakan,”  janjinya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Bupati Lombok Utara secara singkat berharap Mako Polres Lombok Utara segera beroperasi. Alasannya masyarakat Lombok Utara sangat mendambakan keberadaan Polres.

“Adanya Polres Lombok Utara, tetapi masih ada kasus pidana dan perdata yang ditangani oleh Polres Lombok Barat, termasuk Samsat masih di Polres Lobar. Mohon bisa dilayani di Lombok Utara,” demikian pinta bupati. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here