Polda NTB Gerebek Indekos Bandar Sabu Narmada

Suasana penggeledahan kamar indekos diduga bandar sabu di Dasan Tereng, Narmada, Lombok Barat, Rabu (16/12) petang. (Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Sebuah kamar indekos dai Dasan Tereng, Narmada diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. Rupanya, di sana tinggal YN (44) dan VD (21). Pasangan ini diduga mengedarkan sabu merujuk barang bukti 25,49 gram sabu yang disita. “Keduanya bandar,” ungkap Kepala Tim Operasi Khusus Ditresnarkoba Polda NTB AKP Made Yogi Purusa Utama, Kamis, 17 Desember 2020. Dua bandar ini ditangkap usai melayani empat pembeli.

Mereka digerebek pada Rabu, 16 Desember 2020 petang. Pelaku sebagai pembeli, ZR (23), RZ (29), BS (46), dan ND (37) tidak berkutik. Mereka tidak sempat kabur. Kamar yang ditinggali YN dan VD dua tahun belakangan ini pun digeledah. “Ada satu bungkus sedang isinya 10,49 gram sabu. Kemudian yang masih di atas meja ada delapan poket, beratnya 15 gram. Jadi totalnya, 25,49 gram,” sebut Yogi.

Barang lain yang disita antara lain alat hisap, timbangan digital, empat ponsel, dan uang tunai Rp9,65 gram. “Kamar ini selain tempat menjual, dijadikan tempat untuk mengonsumsi narkoba,” jelasnya. YN bukan pemain baru di bisnis narkoba. Hanya saja memang YN punya daerah pemasaran di wilayah Narmada. Baru dua tahun lalu YN selesai menjalani pidananya atas vonis bersalah peredaran sabu.

Yogi merangkan, YN tidak punya pekerjaan tetap. Mata pencahariannya dari berjualan sabu. Dalam satu hari, YN bisa mendapuk untung sampai Rp3 juta. dari hasil menjual sabu satu poketnya ukuran 0,3 gram seharga Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. sementara YN, per harinya mengambil sabu 10 gram. Dugaan kuat YN sebagai pengedar juga dari harta yang dimilikinya. Meski tanpa punya pekerjaan dan penghasilan tetap, YN bisa menebus motor gede Kawasaki Ninja. “Motornya sudah kita sita diduga terkait dengan aktivitasnya berjualan narkoba,” tandas Yogi. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here