Polda NTB Gelar Perkara Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Sandang Pangan Lotim

Mataram (Suara NTB) – Tanda tanya soal siapa yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan penyimpangan bantuan sandang pangan Kabupaten Lombok Timur tahun 2014 segera terjawab. Penyidik tindak pidana korupsi melakukan gelar perkara penentuan tersangka.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti menjelaskan, saat ini penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB masih melanjutkan tahapan penyidikan.

Iklan

Diantaranya yakni menentukan tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 290 juta itu.

“Pemeriksaan beberapa saksi. Dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara antara lain penetapan tersangka,”¬† sebutnya ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 5 April 2017.

Dalam gelar perkara itu nantinya, sambung dia, tidak dilakukan penyidik sendiri. Melainkan pula beberapa ahli seperti ahli pidana dan auditor dari BPKP.

Kasus yang ditangani sejak 2015 itu, menyelidiki penyimpangan nomenklatur anggaran dengan penyaluran di lapangan. Total anggaran penyaluran parsel lebaran tahun 2014 itu senilai Rp 15,1 miliar.

Tahap pertama sebesar Rp 12 miliar diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Kemudian dalam tahap dua, anggaran kembali dicairkan sebanyak Rp 2,7 miliar yang dibagikan ke 13.500 PNS sebagai bentuk tunjangan kinerja.

Anggaran tersebar di 114 Intstansi se-Kabupaten Lombok  Timur dengan nilai Rp 168.000 per-paket.

Nilai kerugian negara dari hasil audit PKKN itu sekitar Rp 290 juta. Kerugian itu diduga timbul akibat pembayaran kepada PNS non-Pemda Lotim. (why)