Polda NTB Bidik Proyek Jembatan Olor Gedang Mangkrak

0
I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB bakal menerjunkan tim penyidik ke proyek Jembatan Olor Gedang di Sembalun, Lombok Timur. Proyek Kementerian PUPR RI yang dikerjakan tahun 2020 lalu dengan anggaran Rp16,6 miliar ini mangkrak. Pekerjaan terpasang hanya dua persen. Padahal, uang muka sudah dibayarkan 15 persen.

“Kita akan turun mengecek fisiknya dulu apakah sudah sesuai dengan progres pekerjaan atau tidak,” sebut Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana ditemui Senin, 5 Juli 2021. Proyek yang dianggarkan melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTB ini ditender dengan pagu Rp21,96 miliar. Proyek ini ditujukan untuk menopang infrastruktur Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN) Rinjani.

IKLAN

Lelang proyek ini kemudian dimenangi PT Proxim Prima Karya. Rekanan yang bermarkas di di Bandung, Jawa Barat menawar dengan harga Rp16,67 miliar. Menyingkirkan 88 peserta tender lain proyek tahun jamak ini. Pekerjaan proyek ini tidak selesai. Pekerjaan terpasang hanya dua persen selama tujuh bulan waktu pelaksanaan. Sementara uang muka sudah dibayarkan 15 persen. “Lalu selisih pembayaran dengan realisasi ini kemana, kalau PPK merasa dirugikan, dia bisa melapor,” kata Eka.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJN Wilayah I NTB mengenai proyek ini. didapati keterangan awal, pelaksana proyek sudah diputus kontrak. Kemudian dimasukkan dalam daftar hitam. “Proyek ini kemudian ditender ulang tahun 2021 ini,” ucapnya. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan. Fokusnya pada pekerjaan proyek yang sudah terpasang. Dikaitkan dengan pembayaran yang sudah disetorkan kepada rekanan.

“Pada intinya, kalau proyek ini mangkrak jelas tidak bisa dimanfaatkan. Apalagi ini kan banyak refocussing anggaran. Sementara ini sudah ada anggaran, kok bisa mangkrak. Itu yang akan kita telusuri,” tandas Eka. (why)