Polda NTB Belum Terima Pencabutan Laporan dari STMIK Bumigora Mataram

Mataram (suarantb.com) – Polda NTB menegaskan hingga saat ini belum menerima pencabutan laporan dari pihak Kampus STMIK Bumigora Mataram terhadap mahasiswanya. Hal tersebut diungkapkan Kasubdit II Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie, SIK, Jumat, 7 Oktober 2016.

“Belum. Kata siapa? Belum ada penyampaian ke kami,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai pencabutan laporan di Mapolda NTB, Jumat, 7 Oktober 2016.

Iklan

Senin kemarin, pihak STMIK Bumigora Mataram telah menandatangani kesepakatan pencabutan laporan kasus dugaan pelanggaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Kantor DPRD Provinsi NTB.

Pihak kampus yang diwakili Pembantu Ketua III STMIK Bumigora, Heru Santoso menandatangani kesepakatan pencabutan laporannya saat mediasi bersama mahasiswa di DPRD NTB. Bila laporan tersebut dicabut, Darsono mengatakan, akan mempertimbangkan penghentian kasus tersebut.

“Nanti kita lihat dulu kalau memang ada. Apakah masuk delik aduan atau tidak,” jelasnya. Sementara rencana pemanggilan sembilan orang Mahasiswa STMIK Bumigora Mataram untuk dimintai keterangannya, Darsono membenarkannya. “Itu memang kita benarkan, adanya pemeriksaan itu kita benarkan. Kita panggil terkait dengan perbuatan atau kesaksiannya dia ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Andriyan Rizki Saputra dituduh pihak kampus telah mencemarkan nama baik kampus melalui facebook. Sehingga pihak kampus melaporkannya pada Unit Cyber Crime Polda NTB, Agustus lalu.

Andriyan yang juga aktivis pada Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Mataram, membuat SMI se Indonesia menggelar aksi solidaritas di masing-masing daerah untuk menyuarakan penghentian kriminalisasi gerakan mahasiswa, Jumat, 30 September 2016 lalu. (szr)