Polda NTB Atensi Peningkatan Pelanggaran Jelang Pemungutan Suara Pilkada

Mohammad Iqbal. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB memberikan atensi khusus pada potensi penyebaran virus Corona (Covid-19) selama masa kampanye Pilkada serentak 2020. Pasalnya, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya potensi pelanggaran protokol kesehatan mengalami peningkatan.

‘’Perkiraan intelijen dan juga perkiraan kita (atas) psikologi manusia, teman-teman yang ikut kontestasi politik ini memasuki masa injury time ada potensi melanggar protokol kesehatan,’’ ujar Kapolda NTB, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, Jumat, 20 November 2020 di Mataram.

Iklan

Menurut Iqbal potensi peningkatan pelanggaran tersebut memang masih kecil. ‘’Tapi ini tetap harus kita tanggulangi. Karena kita tidak ingin tiba-tiba kasusnya naik seperti di Kota Bima yang sekarang merah,’’ jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah memerintahkan seluruh jajaran untuk memperkuat pelaksanaan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. ‘’Virus ini bisa dikendalikan jika kita tetap konsisten dan terus bergandengan. Bersama-sama dalam memeranginya,’’ ujarnya.

Seluruh jajaran kepolisian di tingkat kabupaten/kota diharapkannya dapat meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, seperti TNI dan stakeholder pemerintahaan. Termasuk Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu untuk menggalakkan kembali operasi yustisi di seluruh daerah.

‘’Baik itu di pasar, tempat ibadah, kafe, dan tempat umum lainnya harus disentuh dalam operasi itu. Masyarakat harus diingatkan kembali untuk mematuhi protokol kesehatan,’’ ujar Iqbal.

Di sisi lain, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular yang dikeluarkan Pemprov NTB juga menjadi dasar rujukan.

‘’Perlu diingat lagi, keselamatan masyarakat lebih tinggi dan lebih penting dari yang lain. Aturan ini ada untuk mencegah munculnya korban,’’ jelasnya. Menurut Iqbal, dengan menggencarkan kembali operasi yustisi, seluruh daerah di NTB akan berhasil melewati masa sulit yang disebabkan pandemi Covid-19.

Dicontohkan seperti Kota Mataram dan Lombok Barat yang saat ini berhasil keluar dari zona merah penyebaran virus. ‘’Jangan baru zona hijau pengamanan harus diabaikan. Masyarakat juga harus tetap sadar untuk menjalankan protokol kesehatan,’’ tegasnya.

Dalam kondisi saat ini, Kapolda menekankan pentingnya langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman penyebaran virus. Terutama  dengan tetap menaati protokol kesehatan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

‘’Kuncinya itu, harus menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan,’’ jelas Iqbal. Bila protokol tersebut dijalankan, maka seluruh daerah di NTB diyakini dapat masuk zona hijau. ‘’Jadi ayo sama-sama kita lawan (pandemi) Covid-19 ini,’’ ajaknya. (bay)