Polda NTB Ancam Tembak di Tempat Pelaku Begal

Mataram (suarantb.com) – Aksi begal menyasar wisatawan asing kembali terjadi. Menanggapi itu, aparat kepolisian pun siap angkat senjata. Instruksi tembak di tempat bagi setiap pelaku begal yang melawan.

“Perintah Kapolda, penindakan tegas,” jawab Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Muhammad Suryo Saputro SIK ketika ditanya komitmen kepolisian menghadapi salah satu persoalan pariwisata NTB itu, akhir pekan lalu.

Iklan

Ia menegaskan, penindakan tegas dijabarkan dengan mengeksekusi para pelaku di tempat ketika penangkapan. Hanya saja, tetap dalam koridor aturan hukum yang berlaku tanpa berlaku semena-mena.

“Kalau memang mereka melawan dengan sajam atau senjata rakitan, kita lakukan upaya tembak di tempat,” sebutnya.

“Namun tetap dengan terukur itu ya. Tujuannya kan untuk melumpuhkan,” tambahnya.

Para pelaku begal sangat dimungkinkan bereaksi saat akan ditindak. Menilik modus pelaku yang kerap mempersenjatai diri. Senjata yang digunakan pelaku untuk beraksi itu pun berpotensi menyasar polisi.

Polda NTB, kata Suryo, kini telah membentuk tim khusus. Subdit III yang menangani kejahatan dengan kekerasan sudah bersiaga. “Kita sudah siapkan tim tertutup,” ujarnya.

“Selain mempelajari kasus-kasus sebelumnya, kita coba untuk memetakan modus operandi mereka seperti apa,” jawabnya ditanya soal gembong dan aktor begal yang beraksi selama ini.

Tim khusus Polda NTB itu, sambung Suryo, nantinya akan bergabung dengan tim opsnal Polres jajaran. Terutama di Polres yang wilayahnya menjadi lokasi favorit para begal. “Koordinasi dengan Polres-Polres. Polres Lotim, Lobar, Loteng,” jelas Suryo.

Akhir September lalu, tepatnya pada Minggu, 25 September 2016 tiga warga negara Inggris menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Yakni sang ibu, Leigh Fairkettle dan dua anaknya, Addison Grace dan Henry Dani.

Mereka menjadi sasaran pelaku saat melintas di Dusun Rangkap Satu, Pujut, Loteng sekitar usai waktu Magrib. Satreskrim Polres Loteng hingga kini masih melakukan penyelidikan dan belum dapat mengungkap pelaku. (szr)