Polda NTB akan Cek Proyek Bawang Putih Sembalun

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Polda NTB mengagendakan turun lapangan untuk mengecek kondisi tanaman bawang putih di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim). Tujuannya untuk mengetahui persis kondisi terbaru bibit bawang putih yang ditebar mencapai 78 ton.

Kasubdit I Industri Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena, SIK membenarkan soal rencana timnya akan turun lapangan. ‘’Dalam minggu minggu ini akan turun cek langsung ke lokasi,” kata Boyke.

Iklan

Sedianya timnya akan ke Sembalun Senin, 4 Desember 2017 untuk mendapatkan fakta lapangan sebaran bibit di Desa Sembalun Lawang,  Sembalun Bumbung, Desa Sajang dan Desa Bawak Nao. Namun karena kendala teknis, sehingga ditunda. “Kami reschedule lagi,” sebutnya.

Dia menambahkan, perkembangan terbaru penyelidikan kasus itu masih seputar klarifikasi sejumlah pihak.   Pekan kemarin, berturut turut  dipanggil saksi yang bisa menjelaskan soal sertifikasi bibit dan dilanjutkan dengan pemeriksaan pihak Balai Karantina soal lolosnya pemeriksaan laboratorium bawang putih itu.

Saksi  terkait  bibit, sebelumnya sudah dimintai keterangan Kepala Balai Sertifikasi Benih Pertanian Provinsi NTB H. Wardi yang ditanya soal aturan penggunaan produk bibit ke daerah. “Yang kemarin Jumat kita panggil Balai Karantina Pertanian Mataram,” kata Boyke. Pertanyaan ke Balai Karantina, seputar  proses masuknya bibit yang lolos dari pantauan tersebut.

Pengembangan penyelidikan bibit bawang putih Sembalun  itu akan terus berjalan bersamaan dengan cek lapangan dan pemeriksaan saksi saksi. Intinya, kata Boyke, semua pihak yang terkait dengan masuknya bibit itu akan dipanggil untuk klarifikasi.

Importir Klaim Panen Berhasil

Terpisah, importir bawang putih yang ditanam di Sembalun mengklaim sebagian besar berhasil. Disebutkan sebesar 70 persen dari 500 orang petani yang terlibat melakukan penanaman terbilang sukses menanam bibit impor asal Taiwan (bukan Cina) tersebut.

Hal ini dijelaskan Koordinator Lapangan PT Karya Tani Semesta (KTS), Yadian pekan lalu  bahwa hanya 10 persen rusak dan sisanya masih belum panen.

Diliriknya kasus bawang putih impor ini oleh aparat kepolisian tidak dipersoalkan. Importir mempersilakan penegak hukum untuk mengusut ini karena menjadi tugas dan wewenang aparat. “Kita persilakan karena itu kan kewenangannya,’’ katanya. (ars)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional