Polair Polda NTB Tambah Kekuatan Lima Kali Lipat

Kapal Polisi Polair Polda NTKapal Polisi Polair Polda NTB berpatroli di laut selatan kawasan Mandalika, Pujut, Lombok Tengah, dua pekan lalu.(Suara NTB/dok_Ditpolair Polda NTB)B berpatroli di laut selatan kawasan Mandalika, Pujut, Lombok Tengah, dua pekan lalu.(Suara NTB/dok_Ditpolair Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Ditpolair Polda NTB mempunyai tantangan tugas yang tidak remeh ke depan. Apalagi NTB kini sudah menjelma menjadi destinasi wisata dengan kegiatan-kegiatan kelas dunia. Selain menangani kriminalitas di perairan, Polair Polda NTB kini dituntut untuk lebih trengginas namun humanis menjaga kondusivitas.

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal menegaskan, Polair sudah menunjukkan kualitasnya dalam memelihara keamanan. Bahkan turut mempercepat vaksinasi dengan menjangkau pulau-pulau terluar dan terpencil. “Kita akan melakukan penguatan terhadap tugas pokok fungsinya,” ujarnya, Rabu, 1 Desember 2021.

Iklan
Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal bersama seluruh personel Ditpolair Polda NTB, Rabu, 1 Desember 2021 usai upacara peringatan HUT ke-71 Polairud.(Suara NTB/Polda NTB)

Polairud merayakan HUT ke-71 dengan tema Polri yang Presisi, Airud siap mendukung percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional tumbuh menuju Indonesia Tangguh. Peringatan HUT ke-71 Polairud diikuti Polda NTB secara virtual. Upacara peringatan dipimpin Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Iqbal menekankan, kiprah Polairud Polda NTB sudah teruji dalam pengamanan World Superbike (WSBK) Mandalika dua pekan lalu. Kekuatan pengamanan wilayah perairan turut mendukung kelancaran kegiatan balap kelas dunia perdana di bumi NTB tersebut.

“Nanti di 2022, Mandalika akan kedatangan tamu yang 10 kali lipat dibanding WSBK. Saya sudah lapor Kapolri, kekuatan Polairud mungkin akan ditambah. Bisa menjadi lima kali lipat untuk meyakinkan masyarakat dunia bahwa Polairud Polda NTB bisa diandalkan,” tegasnya.

HUT ke-71 Polairud menjadi momentum Ditpolair Polda NTB meningkatkan profesionalitas. Diantaranya, peningkatan kemampuan personel. Kemudian penambahan alat utama dan alat material khusus. Tujuannya meningkatkan pengamanan garis pantai mendukung kondusivitas kegiatan internasional di wilayah NTB.

Dirpolair Polda NTB Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga menjelaskan, kekuatan Polair Polda NTB sudah teruji dalam berbagai situasi. Meski begitu, Mabes Polri tetap menambah perkuatan khususnya untuk pengamanan area Mandalika di Lombok Tengah. “Kita ada tambahan kapal tipe C2, kapal tipe C3, Kapal Pemburu Cepat dan alat material pendukung SAR,” ucapnya.

Kobul mengurai kekuatan Ditpolair Polda NTB. Saat ini memiliki empat unit kapal tipe C2. Kapal tipe C2 ini sebagai alat utama tertinggi milik Polda NTB dengan panjang 15 meter, lebar 4,8 meter, dan draft atau sarat air kapal 1 meter. Kapal ini dapat memuat 20 personel, berkecepatan maksimum 45 knot, dilengkapi radar dan radio khusus, serta alat pendeteksi.

Selanjutnya, kapal tipe C3 sebanyak enam unit. Kapal ini berfungsi sebagai kapal patroli dengan maksimal penumpang empat orang. Kecepatan maksimum dapat mencapai 20 knot. Digunakan untuk patroli di laut dangkal, sungai, atau laut lepas. “Kapal-kapal ini berdaya cepat tinggi,” sebut Kobul.

Selain itu, kapal taktis lainnya berupa Rigid Inflatable Boat (RIB) Intercept. Kapal jenis speed boat ini memiliki stabilitas manuver pada kecepatan tinggi. Dua unit RIB Intercept ini digunakan Polda NTB untuk patroli perairan dalam kegiatan rutin.

Selanjutnya tiga unit kapal Unit Reaksi Cepat (URC). Ditambah alat material khusus seperti Remotely Operated Vehicle (ROV), robot bawah laut yang digunakan untuk keperluan SAR. “Robot ini bisa masuk sampai kedalaman 300 meter. Kita gunakan untuk mendeteksi dan memantau keadaan bawah laut,” jelasnya.

Kemudian pelampung U-safe sebagai alat pertolongan korban tenggelam yang bisa dikontrol dari jarak jauh menggunakat remot. Pelampung ini dapat menjangkau korban hingga sejauh 200 meter. Juga ada Underwater Scooter, dan alat selam berteknologi komunikasi radio.

Kobul menjelaskan, sejumlah alat utama dan alat material itu juga didukung personel terlatih sebanyak 20 orang. Personel ini mahir dalam mengemudikan kapal pemburu cepat, penyelam, dan berkemampuan SAR.

Hal itu diperlukan dalam mengatasi gangguan kejahatan di wilayah perairan. Kobul menjelaskan, potensi kerawanan perairan wilayah NTB masih didominasi kejahatan konvensional. Meskipun perairan di Selat Lombok dan Selat Sape sebagai salah satu alur pelayaran laut.

“Untuk perlintasan laut ini tidak begitu menimbulkan gangguan. Kejahatan transnasional bisa dikatakan minim. Yang sering kita temui kejahatan konvensional dari lingkungan masyarakat kita sendiri,” terangnya. (why)

Advertisement