Pol PP Lotim Habiskan Rp 6,2 Miliar Gaji Anggota Non ASN

Baiq Farida Apriani (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur (Lotim) menghabiskan Rp 6,2 miliar untuk menggaji anggotanya dari Non Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat ini jumlah anggota status honorer ini tercatat sebanyak 392 orang. Dari jumlah itu, masih ada sembilan orang tambahan anggota baru yang belum bisa terakomodir sebagai penerima gaji bulanan berkisar Rp 550-750 ribu per bulan.

“Yang bisa kita akomodir itu 383 orang, sisanya kita akan upayakan nanti,” ungkap Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Lotim, Baiq Farida Apriani saat diwawancara usai sidang komisi dengan para wakil rakyat di gedung DPRD Lotim, Senin, 23 November 2020.

Di hadapan para wakil rakyat, Kasat Pol PP ini pun menyampaikan cukup kebingungan dalam menggaji para anggotanya. Dominasi honorer ini membuat sebagian besar anggaran di Pol PP diperuntukkan untuk membayar upah bulanan.

Diakuinya, pada tahun 2019 jumlah anggotanya 339 orang. Terjadi penambahan secara bertahap dalam kurun waktu Januari-November 2020. Apalagi masih ada sembilan yang belum terakomodir dalam penggajiannya.

Disoal apakah sembilan orang tersebut ilegal? Menurutnya, terlepas dari adanya pandangan ilegal atau tidak, mereka sudah memiliki SK. Dirinya, tidak punya kewenangan untuk memecat. Untuk mengakomodir anggotanya yang baru masuk tersebut, Kasat Pol PP Lotim ini sudah menyurati kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang ditembuskan ke Bupati dan Wakil Bupati.

Penambahan anggota-anggota baru tersebut kata Baiq Farida diakui cukup mengganggu dari sisi penganggaran. Terlebih ditengah situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), anggaran di Satpol PP ini juga turut terpangkas. “Di kita juga ada pengurangan Rp 900 juta,” paparnya.

Sebelumnya dalam sidang komisi, Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori meminta Kasat Pol PP memberikan telaah staf yang benar dalam mengajukan penambahan anggota. Berapa idealnya anggota yang dibutuhkan.

Daeng menuturkan, ada tetangganya yang diketahui memiliki riwayat penyakit tidak waras. Wakil Ketua DPRD Lotim ini pun mengaku pernah mengantar sendiri pengobatan tetangganya tersebut berobat ke rumah sakit jiwa. Herannya, beberapa waktu lalu dilihat menggunakan seragam Pol PP. Perkiraannya dia kumat dari sakit tidak warasnya. Setelah ditelusuri, ternyata tetangga politisi Partai Golkar ini merupakan salah satu yang ilegal dalam daftar anggota Pol PP.  (rus)