Pol PP Loteng Berlakukan Sanksi Sosial Pelanggar Protokol Covid-19

Belasan remaja di hukum push up oleh anggota Sat Pol PP Loteng karena melanggara protokol Covid-19, di RTH Tonjeng Beru Praya, Selasa, 11 Agustus 2020.

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai memberlakukan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar protokol Covid-19. Terutama terkait penggunaan masker. Penerapan sanksi sosial tersebut diharapkan bisa memberikan efek jera bagi masyarakat. Sehingga bisa lebih disiplin dalam menjalankan protokol Covid-19.

“Sanksi sosial ini sebagai shock terapy bagi masyarakat yang melanggar protokol Covid-19,” ungkap Kasat Pol PP Loteng, Drs. H.L. Aknal Afandi, Selasa, 11 Agustus 2020.

Iklan

Untuk wilayah Kota Praya, pihaknya sudah mulai melakukan kegiatan operasi atau razia. Dengan menyasar pusat-pusat keramaian serta tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat.

Seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tonjeng Beru Praya, belasan pemuda pemudi harus menjalani hukuman push up oleh aparat Sat Pol PP Loteng, Selasa siang kemarin. Lantaran kedapatan berkumpul tanpa mengindahkan protokol Covid-19. Dengan tidak menggunakan masker.

Aknal mengatakan, hukuman tersebut bukan untuk menyakiti masyarakat. Namun, lebih pada upaya mendidik masyarakat supaya lebih patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol Covid-19. Sebagai salah cara untuk mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Hal itu dilakukan, mengingat saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung. Dengan begitu, butuh upaya bersama melawan penyebaran Covid-19. Terlebih, kasus Covid-19 di Loteng terbilang cukup tinggi. Loteng masuk urutan keenam kasus terbanyak Covid-19 di NTB sampai saat ini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here